saat rasa rindu datang, bertumpuk menjadi satu
apa yang harus ku lakukan ?
rindu yang tak tersampaikan
namun tak terbendung
dapatkah kau mendengarnya?
dapatkah merpati membawa sepucuk rinduku ?
dapatkah angin katakan rinduku ?
atau langit ?
malam, atau siang ?
ataukah sang bintang ?
siapa ?
tidak, bukan mereka
namun kalbuku akan menyampaikan sendiri rasa rindu ini
melalui tintaku
rangkaian syair indah yang ku tulis hanya untukmu
Buku Bintang, buku sejuta kisah. Suka, duka, tawa, canda, air mata, amarah, benci, cinta semua tertuang dalam sebuah memori. Memori yang terekam dalam benak, tertuang dalam goresan pena di sebuah kertas putih. Terkumpul menjadi satu dalam sebuah Buku Bintang
1 Juli 2013
Terima Kasihku Pada-Mu
ku berdiri di muka rumah
ku termenung menatap hijaunya tumbuhan di muka rumah
semburat cahaya menyinari wajahku
di tepi barat ku lihat sang surya tersenyum seakan berbisik mengucapkan 'sampai jumpa esok hari kawan'
sinarnya indah menghiasi cakrawala
ku lihat sang rembulan dan bintang datang menggantikan sang surya
sinarnya gemerlap bagaikan pelita yang sinari kelamnya malam
aku tersenyum melihat keindahan duniaku
perlahan ku pejamkan mataku dan berbisik 'terima kasih, Kau masih ijinkan diriku melihat indah nan agung karyaMu'
ku termenung menatap hijaunya tumbuhan di muka rumah
semburat cahaya menyinari wajahku
di tepi barat ku lihat sang surya tersenyum seakan berbisik mengucapkan 'sampai jumpa esok hari kawan'
sinarnya indah menghiasi cakrawala
ku lihat sang rembulan dan bintang datang menggantikan sang surya
sinarnya gemerlap bagaikan pelita yang sinari kelamnya malam
aku tersenyum melihat keindahan duniaku
perlahan ku pejamkan mataku dan berbisik 'terima kasih, Kau masih ijinkan diriku melihat indah nan agung karyaMu'
Langganan:
Komentar (Atom)