Halaman

23 Agustus 2012

Hidup Tanpa Teman ? Apa Aku Bisa ?

Apa bisa seseorang bertahan hidup bertahun-tahun tanpa seorang teman pun di sisinya ?

         Aku, Nina, 19 tahun hanyaLah seorang gadis biasa. Aku pun hidup di sebuahkeLuarga yang sederhana, ayahku hanya seorang PNS dan ibuku hanyaLah seorang guru di sebuah SMP negeri di semarang, gaji mereka pun tak seberapa.
         Saat itu umurku 9 tahun, aku duduk di bangku keLas 4 SD. Saat itu aku masi poLos, tdk tau apa-apa, aku pun tak tau bagaimana teman-temanku membenciku. Mereka semua menjeLekkanku, mencemoohku. Sampai-sampai seorang temanku menangis hanya karena dia duduk sebangku denganku. Aku hanya bisa diam, di otakku hanya timbuL sebuah pertanyaan "Mengapa?" namun tak pernah terjawab
         tiga tahun berLaLu aku hidup dengan keadaan seperti itu, dan itu di aLami oLeh seorang anak SD hingga aku LuLus, aku cuek saat itu.
aku LuLus dan bersekoLah di sebuah SMP swasta terfavorit di kotaku. SekoLah yang aku impikan, rasanya bagai sebuah mimpi bersekoLah di sini. Aku berpikir aku akan dapat banyak teman baik di sini. Akupun tersenyum senang.
         Namun kenyataan berkata Lain, kejadiannya justru Lebih parah di banding saat aku SD, di sini aku tdk hanya di jauhi, di ejek, dan di cemooh. Namun di sini aku di hina, di fitnah dan di anggap sampah, mereka membuat aku seperti kuman yang patut di jauhi, bahkan mereka menutup mata saat meLihatku. Aku hanya diam, meskipun hatiku sakit rasanya, aku hanya bisa menangis saat maLam tiba, ku tutup pintu kamar dan ku menangis sepuasnya.
         Tak ada seorang pun di keLuargaku yang tau kejadian ini, aku tak mau membuat mereka sedih, aku membuat seoLah-oLah aku punya bnyak teman dan aku bahagia di situ. PadahaL semua hanya sandiwara beLaka. Aku berusaha tetap bertahan di sekoLah itu, tak aku pikirkan yang terjadi, waLau sakit rasanya. Tiga tahun kuLaLui dengan keadaan seperti itu. Sempat terpikir oLehku ingin keLuar saja, karena aku tak tahan dengan semuanya, namun terpikir oLehku bahwa ini adaLah sekoLah impianku, sekoLah ini impianku, aku keLuar dari sini berarti aku meLepaskan semua impianku, seLain itu pasti berat utk ayah dan ibu, harus mengeLuarkan biaya yg tdk sedikit, bisa sekoLah di sini saja pasti pngorbanan mereka sungguh berat karena sekoLah inipun tdk murah. Akhirnya ku urungkan niatku, dan ku mencoba bertahan, sampai aku LuLus dari sekoLah ini tak ada seorang pun yang tau. Enam tahun sudah ku jaLani hidup tanpa seorang teman.
       Dan ku berada di bangku SMA, ku pikir semua akan berubah di sini, namun ternyata tidak, mereka tak suka padaku entah apa aLasannya aku sendiripun tak tau, aku berpikir kapan aku bisa memiLiki seorang teman di sisiku? namun aku berpikir kembaLi , kaLau aku bisa meLaLui enam tahun yang berat dengan keadaan seperti ini kenapa sekarang tidak? ituLah yang membuat aku bertahan.
      Tuhan itu adiL, tujuh tahun sudah ku hidup tnpa seorang teman, kini aku mempunyai teman yang baik, Tuhan memberiku seorang teman untuk diriku, aku senang akhirnya aku bisa merasakan senangnya punya seorang teman di sisiku, meskipun tetap banyak yg membenciku setidaknya ada yg membeLaku dan menguatkanku. Yaahh, tujuh tahun aku bangkit dan berjuang sendiri, kini ada seseorang yang membantuku berdiri dan berjaLan bersamaku.

tak masaLah tak punya teman, tapi ingat, di beLakang ada banyak yang menemanimu, masih ada ayah ibu, kakak, adik, saudara-saudara kita. Kita tidak sendiri. Kitapunya teman sejati yang tak pernah tidur dan seLaLu mengawasi kita, Tuhan.