Halaman

11 Desember 2012

Cinta Dua Insan


Sang lelaki termenung menatap hujan dari balik jendela, dia berkata pada hujan
"Ingin kutitipkan rindu tentangmu pada hujan malam ini. Akankah sampai? Atau kutitipkan saja pada doaku malam ini"
Sang hujan tak menjawab, tak berhenti menurunkan tetes air dan hembusan angin

Di sudut bumi yang lain, sang wanita duduk termenung di hamparan bukit nan hijau, biarkan angin membelai tubuhnya

Sang wanita berkata pada sang angin "titipkan pada angin kan berhembus, kan ku gapai angin yang membawa rindumu
biarkan angin berhembus , membisikkan padaku seuntai kata indah yg kau hembuskan pada angin yg membelaiku"
Sang angin pun membisu

Sang lelaki masih tak beranjak dari tempatnya, dia termenung dan berbisik

"sang bayu sedang enggan menjadi perantara,dan sulit untukku menjaringnya,ku biarkan saja tarian hujan malam ini membekukan rasa,dan mencair bila waktunya tlah tiba"

Di sudut bumi tempat sang wanita berdiam, hujan turun deras sekali, sang wanita berdiri, dia rentangkan tangannya, dia berputar, menari, dan tertawa. Dia berteriak

"tangis sang awan membawa rindumu , tertinggal di pucuk daun , tangis sang awan telah henti , menjelma menjadi titik embun , basahi dunia , rindumu trtinggal padanya , kuusap , kurasakan belai lembutnya , menghantar sejuta makna , tesirat seuntai kata indah yang kau rangkai untukku"

Cinta dua insan yang berbeda, terpisah ruang dan waktu, hanya angin dan hujan yang mampu menyampaikan pesan mereka



by : Errgy & Inez