Halaman

2 April 2014

symphoni

pagi memang indah, mentari pancarkan senyumnya yang hangat
tapi aku lebih mencintai sempurnanya malam
bukan, bukan karena dia sempurna
tapi karena aku bisa menemuimu
mendengarmu dalam balutan symphoni malaikat mungil
di bawah kerlip bintang dan sinar redup sang purnama
symphoni itu, dapatkah kau dengar ?
tidak, tak ada yang bisa mendengar
hanya aku dan mungkin dirinya
symphoni malaikat-malaikat mungil
mengalun indah menyusup kalbu
kamu , dapatkah kamu dengar symphoni itu ?
ataukah hanya aku yang mendengar ?
kubiarkan semua ini kelabu
symphoni itu indah
namun terkadang begitu menyakitkan hingga ku tak sanggup mendengarnya
ada yang bertanya, apa yang membuatmu jatuh hati ?
aku jatuh hati pada tawanya
aku jatuh hati pada diamnya
aku jatuh hati pada suaranya
aku jatuh hati pada candanya
aku tertawa dalam hati
aku pun tak mengerti mengapa aku jatuh hati
mungkin malaikat mungil itu yang melepaskan panahnya
dia hanya melaksanakan tugas dari sang amor
aku pun tak menyalahkannya