Halaman

2 April 2014

Unknown Title 3

aku bertanya pada diriku
haruskah aku menemui malam setiap hari ?
bukannya aku membenci malam
tidak, aku justru mencintai malam
tapi tidak untuk saat ini..
aku tersudut termenung
'aku lelah' kataku
logika berbisik 'pergi saja , buat apa kau berjuang utk seseorang yg tak mau kau perjuangkan ?'
ketika kaki hendak melangkah , hati menahanku utk tinggal
dia berkata 'bertahanlah sebentar saja' katanya sambil tersenyum
aku menunduk , hingga akhirnya logika kalah dgn hati
logika berbisik 'dasar bodoh'
dan hati hanya tersenyum . miris .
aku pun benci pada rindu , sangat benci , karena tak hanya sesak tapi juga menyakitkan , apalagi jika rindu itu tak berbalas , seakan aku tersudut dan tak berdaya , hingga logika tersenyum dan berkata 'dasar bodoh !'
dan hati hanya mampu tersenyum . miris
aku bersandar
ku dengar mereka berbisik satu sama lain
'ada apa ?' tanyaku
'tidak , apa kau yakin akan keputusanmu ?' tanya logika
'entahlah' kataku
mereka diam
berbisik pada diri mereka sendiri namun dengan suara yang masih dapat ku dengar
'dasar bodoh !' kata mereka bersamaan
aku tertawa dalam diam . miris .
'apa kau sengaja pergi ?' tanya logika
aku menggeleng perlahan
'jika dia sengaja pergi , dia tak mungkin meninggalkan pesan' kata hati sambil menunjukku
'tenang saja , kita akan pergi ke tempat yg dia tau sembari menyembuhkanmu' kataku
'terserahmu saja' kata logika
tanpa sadar mataku buram tertutup air mata yang siap mengalir
aku mengalihkan pandanganku , tak ingin terlihat oleh mereka
'hei , apa kau baik-baik saja ?' tanya logika
aku tersenyum pada mereka
'ya , aku baik-baik saja' kataku
mereka memelukku . erat .
'jangan berpura-pura tegar , jangan sembunyikan tangismu di balik senyummu , dia akan menodai senyum indahmu' kata hati
aku terisak dalam pelukan mereka