Halaman

2 April 2014

Unknown title 4

malam datang lagi
terkadang aku benci saat malam hadir
dinginnya menyusup menusuk raga
dan malam selalu bisa membuatku seperti ini
termenung merenung menyusupi relung kalbu
seperti sekarang..
aku termenung memandang langit malam ini
logika memandangku dan menghampiriku
'mengapa kau termenung ?'
aku tersenyum memandangnya
'aku tau apa yang dirasa' kata hati membelaiku
'lepaskan semua bebanmu' kata logika
aku terisak dalam diam
logika da hati memelukku
'sudahkah kau coba mencarinya lagi ?' tanya hati
'percuma , dia sudah tak tergapai lagi , terlalu jauh untuk ku raih , mungkin dia sudah menemukannya' kataku mencoba tersenyum
'dan biarkan dirimu terkurung dalam delusi?' tanya logika
'delusi atau realita , aku tak dapat membedakannya , semua terasa nyata' kataku lirih
'jangan siksa dirimu , jangan tutup matamu , liat keluar , ada yang sedang menunggumu menyambut uluran tangannya' kata logika tersenyum
hati mengangguk meyetujui, dan tersenyum
aku pun tersenyum memandang mereka