Halaman

14 Februari 2013

Happy Valentine !

Hari ini tanggal 14 Februari merupakan hari yang di tunggu banyak orang
Mengapa?
Pasti semua tau jawabannya
Yakk tepat sekali, karena pada hari ini semua orang merayakan Hari Kasih Sayang yang biasa di sebut Valentines Day
Semua terasa sepsial pada hari ini, yang berpasangan berusaha mati-matian tampil se-perfect mungkin untuk nge-date bersama kekasih tentunya
Lantas yang single?
Single bukan berarti gak bisa ngrayain Valentine juga loh
Inget, kasih sayang tidak hanya di tunjukan pada hari itu saja
Setiap hari kita bisa menunjukkannya ke siapa saja

           Because No Life without Love
                           So...
              Live your Life with Love
           Happy
     Valentines Day


13 Februari 2013

Mawar Putih Untuk Lia - The Last -


Esok harinya,mereka berlima berangkat menuju Kebumen. Di Jogja, Brian, pacar Nina sudah menanti mereka di bandara. Bersama Ray, Nina, Icha, Reza, Conny, dan Brian, Lia dan Dicky mengunjungi makam Ega. Mereka membawa rangkaian bunga dan mendoakan arwah Ega. Lia bersimpuh, di sebelahnya bersimpuh Dicky.
Hai Ega, aku datang. Maaf aku baru datang lagi. Kamu apa kabar? Aku kangen kamu. Oh iya, aku mau ngenalin ke kamu, dia Dicky, orang yang kamu kirim buat aku, kata Lia sambil tersenyum. Hai Ga, aku Dicky, aku ingin meminta ijin dari kamu untuk menggantikan kamu menjaga Lia. Aku sayang Lia. Aku janji akan jagain Lia, dan aku gak akan nyakitin dia. Aku berdoa supaya kamu tenang di sana, kata Dicky. Dicky tersenyum sembari merangkul Lia yang juga tersenyum bahagia.
Nina berdiri di belakang Lia. Tiba-tiba matanya menangkap sosok bayangan putih di sudut makam dekat Lia. Sosok itu tersenyum. Nina menutup mulutnya terkejut. Itu kakak, kakak hadir! Jeritnya dalam hati. Kakak merestui mereka, batinnya. Tiba-tiba sosok itu menatap dirinya, dia mengangguk dan tersenyum. Kemudian menghilang.
Kakak merestui kalian berdua, kata Nina sambil tersenyum. Semua menatap Nina heran. Kakak merestui kalian, dan dia sudah bahagia di atas sana, katanya lagi. Tadi kakak hadir di sini, aku melihatnya”, katanya lirih.
Lia terkejut, air matanya mengalir. Dia menghampiri Nina, dan memeluknya. Nina hanya tersenyum dan menatap semuanya, bahagia. Dia maju, bersimpuh di samping makam Ega Kakak, Lia udah nemuin pangerannya yang aku yakin Tuhan kirim untuk menemani Lia, kakak bahagia di atas sana seperti kita bahagia di sini, kata Nina sambil tersenyum. Ega, terima kasih, Ega, kata Lia sambil terisak. Thanks Ega, kata Dicky. Seusai berdoa mereka pulang dengan senyum dan hati bahagia.
Hari Valentine, hari yang penuh cinta ini membawa kebahagiaan bagi semuanya. Mereka berkumpul bersama dalam kebahagiaan di kediaman keluarga Ray. Bersama Ibu, dan kakak Ray, Ray dan Icha, Nina dan Brian, Conny dan Reza, serta Dicky dan Lia. Semua tersenyum bahagia di hari ini.

Mawar Putih Untuk Lia - Part 4 -


Tanpa mereka sadari dua pasang mata menatap mereka dari balik jendela sambil tersenyum bahagia. Ray dan Nina tersenyum melihat adegan tersebut. Akhirnya ya Ray, Lia mau membuka hatinya, kata Nina di balas anggukan dan senyuman dari Ray. Nina tersenyum, mendadak sesuatu terlintas di otaknya. Dengan tiba-tiba dia menarik tangan Ray dan mengajaknya menuju ke gazebo tempat Lia dan Dicky berada. Hei, hei Nin, kamu mau ke mana?, tanya Ray terkejut karena tiba-tiba Nina menariknya. Nina tak menjawab petanyaan Ray. Haaiii !, teriak Nina mengagetkan Dicky dan Lia. Spontan mereka melepas pelukan mereka, dan Lia mengusap air matanya.
Kamu apa-apaan sih Nin, ngagetin aja, kata Lia
Ngagetin apa ngagetin? Hahaha, maaf deh kalo ganggu, kata Nina jail.
        Nina berjalan menghampiri Lia dan memeluknya. Lia terkejut dengan tindakan Nina yang tiba-tiba memeluknya. Aku senang akhirnya kamu bisa membuka hati kamu, semoga dia memang orang yang tepat, bisik Nina. Lia hanya tersenyum dan memeluk Nina.
Ciee, Lia, duuhh akhirnya punya pacar juga setelah setahun ngejomblo, kata Conny yang tiba-tiba datang. Semua hanya tertawa. Dicky dan Lia tersipu malu. pasangan baru, masih malu-malu kucing, celetuk Ray tiba-tiba. kamu apaan sih Ray, ternyata kamu bisa ngeledek juga yaa, kata Lia sambil pura-pura cemberut. Yang lain hanya tertawa menanggapinya.
Guys, aku punya satu permintaan, kata Dicky tiba-tiba. Semuanya saling pandang. Mereka bertanya-tanya.
Permintaan apa?, tanya Ray
Aku ingin mengunjungi makam Ega, aku ingin menyampaikan sesuatu padanya, kata Dicky. Tapi itu kalau kalian mau menemaniku, kalau tidak ya mungkin bisa lain kali, kata Dicky lagi. Semua tampak diam berpikir.
kamu mau ke sana kapan Dick?,tanya Conny. Secepatnya, sahut Dicky mantap. Lia hanya terdiam menatap Dicky. Apa maksud dia? tanyanya dalam hati. Dicky hanya tersenyum menatapnya.
Oke, bagaimana kalau besok? Rencana aku juga akan pulang ke Kebumen. Conny akan mengantarku sampai bandara. Naik pesawat sampai Jogja, kemudian naik mobil ke Kebumen, kata Ray.
Iya Dick, sekalian aja, gimana? Tapi aku dan Ray berangkat pagi, sahut Nina. Dicky terdiam, berpikir.
Oke, aku bisa, kata Dicky yakin. Kamu serius, Dick?, tanya Lia. Dicky mengangguk mantap. Oke, kalau gitu, aku ikut, sahut Lia. Aku juga, kata Conny tiba-tiba. Semua mengangguk dan tersenyum senang.

Mawar Putih Untuk Lia - Part 3 -


       Lia menarik Nina menuju teras depan begitu makan malam selesai. Sorot matanya meminta penjelasan atas apa yang terjadi di rumahnya. Nina hanya tersenyum.Li, aku tau kamu sebenarnya mempunyai perasaan terhadap Dicky, tapi kamu hanya takut, kamu masih takut untuk membuka hati. Li, kamu gak bisa terus-terusan kayak gini, kamu harus terusin hidup kamu. Kakak pasti sedih kalau liat kamu masih tetep kayak gini, karena itu aku sengaja ngundang si Dicky waktu aku tau kalau dia sayang sama kamu kata Nina
Tapi aku aku takut Nin, aku takut kalo dia sama seperti laki-laki lain yang menuntut aku untuk ngebuang semua memori tentang Ega, kamu tau aku gak akan bisa nglakuin itu, kata Lia sambil terisak
iya Li, aku tau itu, tapi kita juga gak akan tau kebenarannya kalau kamu gak berani mencoba, gak ada salahnya kamu memberi kesempatan Dicky untuk membuktikannya, kata Nina sambil memeluk Lia. jujur sama hati kamu, ikutin kata hati kamu, kalau kamu memang sayang Dicky, perjuangkan itu, buka hati kamu. Aku nglakuin ini karena aku sayang kamu, Li. Aku ingin Lia yang dulu kembali lagi, kata Nina lagi. sekarang hapus air mata kamu, dan temui Dicky, dia ada di gazebo taman belakang, kata Nina sambil mengusap air mata Lia. Lia mengangguk dan tersenyum. Thanks Nina, kata Lia. anytime, balas Nina sembari tersenyum.
        Lia berjalan menuju gazebo taman belakang seperti yang di beritahukan Nina, benar saja Dicky menanti di situ. Dia duduk seperti menanti sesuatu. Mungkin seseorang lebih tepatnya. Lia menghampiri Dicky yang termenung.
Hai sapa Lia membuyarkan lamunan Dicky.
Eh, Li. Ehhm... Hai juga, kata Dicky terkejut.
Sori ngagetin ya? Kamu ngapain di sini? Gak di dalem aja sama yang lain?, tanya Lia.
iya dikit ngagetin, hehe. Eehmm.. aku di sini aja, pengen nikmatin udara katanya gugup
sorry kalo ngagetin kamu. Tadi di cari ayah taunya kamu di sini
Iya, tar aku ke dalam, jawab Dicky. Oke, aku ke dalam dulu ya, kata Lia.
Eh, Li, tunggu, kata Dicky tiba-tiba menarik tangan Lia. Lia menoleh.
Aku mau kasih ini ke kamu, happy Valentine ya, kata Dicky sembari memberikan sebuah kotak berbentuk persegi panjang. Lia menerimanya dengan pandangan penuh tanya, lalu membuka kotak itu. Dia terkesiap, darahnya berdesir ketika melihat isi kotak itu. Sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk hati yang terukir huruf L di tengahnya. Dia menatap Dicky dengan sorot mata penuh tanya.
Itu untuk kamu, sengaja aku pesan dengan inisial nama kamu. Aku sayang kamu Li, aku tulus sayang sama kamu kata Dicky
Dicky, maaf, aku gak bisa terima ini semua, kata Lia sambil menyodorkan kotak itu.
ambil saja, itu buat kamu, meskipun kamu gak mau terima aku. Kalung itu tetap buat kamu. Aku Cuma pengen kamu tau kalau aku sayang sama kamu, dan aku gak pengen menyesal karena terlambat mengatakannya. Boleh aku tau alasannya kenapa kamu gak bisa terima aku?, tanya Dicky. Dia terlihat tenang, namun kesedihan terpancar dari sorot matanya.
Aku gak bisa karena.. karena..
Karena kamu takut aku seperti laki-laki lain yang memaksa kamu melupakan Ega, dan memaksa kamu membuang memori tentang Ega?, sahut Dicky memotong ucapan Lia. Lia tertunduk, air matanya seketika mengalir. Dicky berjalan menghampirinya, dan mengusap air matanya.
Gak Li, kamu salah. Aku gak akan memaksa kamu melupakan Ega, aku gak akan memaksa kamu untuk membuang semua memori tentang Ega. Aku tau betapa berartinya Ega buat kamu. Aku gak apa kalau harus mendiami sebagian kecil hati kamu, sisa bagian Ega, aku gak masalah hidup di balik bayang-bayang Ega, aku Cuma pengen kamu tau bahwa aku tulus sayang sama kamu, Lia
Lia menatap Dicky, air matanya semakin deras mengalir. Ya Tuhan, apa dia orang yang Kau kirim? Ega, apakah Dicky orangnya? Tanyanya dalam hati. Apa kamu yakin sama apa yang kamu katakan?, tanya Lia sambil terisak. Ya, aku yakin, dan aku gak akan pernah menyesal mengatakannya, jawab Dicky, tangannya terulur memberikan sekuntum mawar putih untuk Lia. Lia menatap Dicky mawar putih?, tanyanya terkejut. Mawar putih, bunga kesukaan kamu, aku beri sebagai tanda bahwa aku tulus sama kamu, jawab Dicky sambil tersenyum. Lia tersenyum di balik tangis bahagianya Semoga memang kamu orang yang di kirim Tuhan buat aku. Sejujurnya aku juga sayang kamu, Dicky, kata Lia akhirnya. Dicky tersenyum dan memeluk Lia.

Mawar Putih Untuk Lia - Part 2 -


Mereka bersama turun menuju meja makan. Terlihat di sana semua sudah berkumpul untuk makan malam bersama. Ada Ayah, Bunda, kedua adik Lia, juga ada Ray dan Conny. Semua tersenyum menyambut Lia yang muncul bersama Nina. Makan malam ini terasa begitu menyenangkan. Sejenak Lia bisa melupakan ingatan tentang Ega, dia bisa tertawa lepas jika berkumpul bersama mereka. Lia merasa beruntung memiliki mereka.
Ting tong!
        Suara bel menghentikan sejenak canda mereka, masing-masing bertanya-tanya dalam hati, siapa yang bertamu malam hari begini. Nina berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintu. Agak lama sebelum Nina kembali menuju ruang makan.
Lia, ada yang mau ketemu kamu, kata Nina sembari tersenyum penuh arti.
Siapa?, tanya Lia dengan dahi berkerut, seingatnya dia tak mengundang siapapun selain yang sekarang berada di ruang makan bersamanya.
Nina hanya tersenyum. Dari belakangnya muncul seseorang yang di kenal Lia.
Dicky? Ada perlu apa tiba-tiba kamu datang?, tanya Lia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Aku datang karena Nina, dia mengundangku datang., kata Dicky
Surprise! Aku memang sengaja mengundangnya setelah mendengar dia bilang kalau dia pengen ketemu sama kamu Li kata Nina.
Selamat datang di rumah kami, Nak Dicky. Ayo kita makan, kebetulan makan malam belum selesai, kata Ayah Lia tiba-tiba.
        Nina menghampiri Dicky dan mengajaknya duduk untuk makan bersama, duduk di satu-satunya kursi yang ternyata memang sengaja dia sediakan untuk Dicky, kursi di samping Lia. Mereka melanjutkan makan dengan gembira, sesekali ayah dan bunda Lia mengajak Dicky bercanda, begitu juga Ray dan Nina yang sesekali menggoda mereka berdua. Lia hanya tersenyum, begitu juga Dicky hanya tersenyum dan menjawab seadanya. Sepertinya dia belum terbiasa dengan suasana rumah ini.

Mawar Putih Untuk Lia - Part 1 -


Hari mulai gelap, sang mentari beringsut di balik awan, sang purnama tersenyum pancarkan kilaunya, bersama bintang mungil nan indah mereka menerangi malam bak lilin di tengah kegelapan. Membuat damai setiap mata yang memandangnya.
Seorang gadis termenung menatap langit dari jendela kamarnya. Lia, begitu orang-orang memanggilnya. Dia termenung, entah memikirkan apa, pikirannya melayang enta ke mana. Malam ini malam valentine, seharusnya dia berkumpul bersama keluarga dan beberapa teman dekatnya untuk makan malam bersama, namun
enggan rasanya beranjak. Bukan malam yang menahannya, bukan malas, bukan pula kantuk. Namun sang bintang yang menahannya. Mengingatkannya pada seseorang yang pernah singgah di relung hatinya. Ega, ya Ega. Bintang membuatnya teringat pada kata terakhir Ega sebelum dia pergi, kata-kata yang dia ucapkan di tempat favorit mereka di bukit cahaya, sebelum Ega kembali pulang ke kotanya di Kebumen, Lia masih mengingatnya dengan jelas kata-kata itu Suatu saat kalau aku pergi, kamu lihat ke langit, aku ada bersama bintang, aku akan selalu nemeni kamu, jadi cahaya kamu, dan aku gak akan ninggalin kamu
Lia menatap bola kristal yang dia pegang, pemberian Ega di hari ulang tahunnya yang ke 19. Tak terasa setahun sudah Ega, laki-laki yang di cintainya pergi meninggalkan dunia. Setahun pula hatinya terasa kosong. Bukan karena tak ada laki-laki yang mau dengannya, tidak, justru banyak lelaki yang mencoba mendekatinya, namun dia tolak dengan halus. Bukan dia tidak mau, jujur beberapa dari mereka bisa membuat Lia nyaman, namun belum ada yang bisa menggantikan posisi Ega. Bahkan beberapa memaksanya untuk membuang semua memori tentang Ega hingga tak ada satu memori pun yang tersisa. Lia tak mau itu terjadi. Karena itu sampai hari ini dia memutuskan untuk sendiri. 
Lia, ayo turun, semua udah nunggu di bawah Nina muncul membuyarkan lamunannya. Lia mengangguk.

Inget kakak lagi ya?, tanya Nina ketika melihat bola kristal yang ada di genggaman Lia. Lia hanya tersenyum. Nina menghela napas dan menghampiri Lia, memeluknya.
Everything will be okay, bisik Nina sambil tersenyum