Tanpa mereka sadari dua pasang mata
menatap mereka dari balik jendela sambil tersenyum bahagia. Ray dan Nina
tersenyum melihat adegan tersebut. “Akhirnya ya Ray, Lia mau membuka
hatinya”, kata Nina di balas anggukan dan
senyuman dari Ray. Nina tersenyum, mendadak sesuatu terlintas di otaknya.
Dengan tiba-tiba dia menarik tangan Ray dan mengajaknya menuju ke gazebo tempat
Lia dan Dicky berada. “Hei,
hei Nin, kamu mau ke mana?”, tanya Ray terkejut karena tiba-tiba Nina menariknya. Nina
tak menjawab petanyaan Ray. “Haaiii !”, teriak Nina mengagetkan Dicky dan Lia. Spontan mereka
melepas pelukan mereka, dan Lia mengusap air matanya.
“Kamu apa-apaan sih Nin, ngagetin aja”, kata Lia
“Ngagetin apa ngagetin? Hahaha, maaf deh
kalo ganggu”,
kata Nina jail.
Nina berjalan menghampiri Lia dan
memeluknya. Lia terkejut dengan tindakan Nina yang tiba-tiba memeluknya. “Aku senang akhirnya kamu bisa membuka hati
kamu, semoga dia memang orang yang tepat”, bisik Nina. Lia hanya tersenyum dan
memeluk Nina.
“Ciee, Lia, duuhh akhirnya punya pacar
juga setelah setahun ngejomblo”, kata Conny yang tiba-tiba datang. Semua hanya tertawa.
Dicky dan Lia tersipu malu. “pasangan baru, masih malu-malu kucing”, celetuk Ray tiba-tiba. “kamu apaan sih Ray, ternyata kamu bisa
ngeledek juga yaa”,
kata Lia sambil pura-pura cemberut. Yang lain hanya tertawa menanggapinya.
“Guys, aku punya satu permintaan”, kata Dicky tiba-tiba. Semuanya saling
pandang. Mereka bertanya-tanya.
“Permintaan apa?”, tanya Ray
“Aku ingin mengunjungi makam Ega, aku
ingin menyampaikan sesuatu padanya”, kata Dicky. “Tapi itu kalau kalian mau menemaniku,
kalau tidak ya mungkin bisa lain kali”, kata Dicky lagi. Semua tampak diam
berpikir.
“kamu mau ke sana kapan Dick?”,tanya Conny. “Secepatnya”, sahut Dicky mantap. Lia hanya terdiam
menatap Dicky. Apa maksud dia? tanyanya dalam hati. Dicky hanya tersenyum
menatapnya.
“Oke, bagaimana kalau besok? Rencana aku
juga akan pulang ke Kebumen. Conny akan mengantarku sampai bandara. Naik
pesawat sampai Jogja, kemudian naik mobil ke Kebumen”, kata Ray.
“Iya Dick, sekalian aja, gimana? Tapi aku
dan Ray berangkat pagi”,
sahut Nina. Dicky terdiam, berpikir.
“Oke, aku bisa”, kata Dicky yakin. “Kamu serius, Dick?”, tanya Lia. Dicky mengangguk mantap. “Oke, kalau gitu, aku ikut”, sahut Lia. “Aku juga”, kata Conny tiba-tiba. Semua mengangguk
dan tersenyum senang.