Halaman

13 Februari 2013

Mawar Putih Untuk Lia - Part 2 -


Mereka bersama turun menuju meja makan. Terlihat di sana semua sudah berkumpul untuk makan malam bersama. Ada Ayah, Bunda, kedua adik Lia, juga ada Ray dan Conny. Semua tersenyum menyambut Lia yang muncul bersama Nina. Makan malam ini terasa begitu menyenangkan. Sejenak Lia bisa melupakan ingatan tentang Ega, dia bisa tertawa lepas jika berkumpul bersama mereka. Lia merasa beruntung memiliki mereka.
Ting tong!
        Suara bel menghentikan sejenak canda mereka, masing-masing bertanya-tanya dalam hati, siapa yang bertamu malam hari begini. Nina berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintu. Agak lama sebelum Nina kembali menuju ruang makan.
Lia, ada yang mau ketemu kamu, kata Nina sembari tersenyum penuh arti.
Siapa?, tanya Lia dengan dahi berkerut, seingatnya dia tak mengundang siapapun selain yang sekarang berada di ruang makan bersamanya.
Nina hanya tersenyum. Dari belakangnya muncul seseorang yang di kenal Lia.
Dicky? Ada perlu apa tiba-tiba kamu datang?, tanya Lia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Aku datang karena Nina, dia mengundangku datang., kata Dicky
Surprise! Aku memang sengaja mengundangnya setelah mendengar dia bilang kalau dia pengen ketemu sama kamu Li kata Nina.
Selamat datang di rumah kami, Nak Dicky. Ayo kita makan, kebetulan makan malam belum selesai, kata Ayah Lia tiba-tiba.
        Nina menghampiri Dicky dan mengajaknya duduk untuk makan bersama, duduk di satu-satunya kursi yang ternyata memang sengaja dia sediakan untuk Dicky, kursi di samping Lia. Mereka melanjutkan makan dengan gembira, sesekali ayah dan bunda Lia mengajak Dicky bercanda, begitu juga Ray dan Nina yang sesekali menggoda mereka berdua. Lia hanya tersenyum, begitu juga Dicky hanya tersenyum dan menjawab seadanya. Sepertinya dia belum terbiasa dengan suasana rumah ini.