Halaman

13 Februari 2013

Mawar Putih Untuk Lia - Part 1 -


Hari mulai gelap, sang mentari beringsut di balik awan, sang purnama tersenyum pancarkan kilaunya, bersama bintang mungil nan indah mereka menerangi malam bak lilin di tengah kegelapan. Membuat damai setiap mata yang memandangnya.
Seorang gadis termenung menatap langit dari jendela kamarnya. Lia, begitu orang-orang memanggilnya. Dia termenung, entah memikirkan apa, pikirannya melayang enta ke mana. Malam ini malam valentine, seharusnya dia berkumpul bersama keluarga dan beberapa teman dekatnya untuk makan malam bersama, namun
enggan rasanya beranjak. Bukan malam yang menahannya, bukan malas, bukan pula kantuk. Namun sang bintang yang menahannya. Mengingatkannya pada seseorang yang pernah singgah di relung hatinya. Ega, ya Ega. Bintang membuatnya teringat pada kata terakhir Ega sebelum dia pergi, kata-kata yang dia ucapkan di tempat favorit mereka di bukit cahaya, sebelum Ega kembali pulang ke kotanya di Kebumen, Lia masih mengingatnya dengan jelas kata-kata itu Suatu saat kalau aku pergi, kamu lihat ke langit, aku ada bersama bintang, aku akan selalu nemeni kamu, jadi cahaya kamu, dan aku gak akan ninggalin kamu
Lia menatap bola kristal yang dia pegang, pemberian Ega di hari ulang tahunnya yang ke 19. Tak terasa setahun sudah Ega, laki-laki yang di cintainya pergi meninggalkan dunia. Setahun pula hatinya terasa kosong. Bukan karena tak ada laki-laki yang mau dengannya, tidak, justru banyak lelaki yang mencoba mendekatinya, namun dia tolak dengan halus. Bukan dia tidak mau, jujur beberapa dari mereka bisa membuat Lia nyaman, namun belum ada yang bisa menggantikan posisi Ega. Bahkan beberapa memaksanya untuk membuang semua memori tentang Ega hingga tak ada satu memori pun yang tersisa. Lia tak mau itu terjadi. Karena itu sampai hari ini dia memutuskan untuk sendiri. 
Lia, ayo turun, semua udah nunggu di bawah Nina muncul membuyarkan lamunannya. Lia mengangguk.

Inget kakak lagi ya?, tanya Nina ketika melihat bola kristal yang ada di genggaman Lia. Lia hanya tersenyum. Nina menghela napas dan menghampiri Lia, memeluknya.
Everything will be okay, bisik Nina sambil tersenyum