"tapi kak Ega masi sakit gini, bahaya kaLo naik motor" kataku
"Gini aja, motor Ega biar aku yg bawa, Ega naik mobiL sama kamu, nih kuncinya" kata Ray sambiL menyerahkan kunci mobiL
"oke deeh, yuk kak" kataku sambiL refLek menggandeng tangan kak Ega
Ega hanya tersenyum dan tidak protes ketika aku menggandeng tangannya. Kami bertiga berjaLan menuju parkiran. Ray mengendarai motor miLik Ega sedangkan aku yang menyetir mobiL Ray. Kak Ega duduk d kursi depan d sampingku.
Aku menyetir dengan Kak Ega sbagai navigator, kuLihat Ray tepat d beLakang kami. Tak sampai 15 menit sampaiLah kami d rumah kak Ega.
"maaf rumah aku keciL" katanya maLu-maLu
"bagus kok, rapi dan nyaman" kataku sambiL tersenyum
"siLahkan masuk, tapi maaf hanya begini saja" katanya
"kak, kami masih ada acara, maaf kami gak bisa Lama-Lama d sini" kataku
"Oh begitu, ya sudah gak apa-apa. terima kasih udah d anterin, kaLian baik sekaLi" jawabnya
"Kami puLang duLu ya Ga" kata Ray
Ega mengangguk sambiL tersenyum dan meLambaikan tangan
Aku dan Ray meLanjutkan perjaLanan puLang. LeLah rasanya seharian ini bepergian. Aku Langsung menuju kamar yang teLah disiapkan budhe untukku sesampainya di rumah. Jam dinding menunjukkan pukuL 3 sore. Aku ingin beristirahat sejenak meLepas LeLah. Kuputuskan untk tidur.
PukuL 18.00 WIB
Hari teLah muLai maLam, kak Theo membangunkanku dan menyuruhku bergegas mandi. SeLesainya mandi aku menuju ke ruang keLuarga untuk berkumpuL bersama.
In the heat of....summer sunshine... I miss you .... Like no body eLse in . . .
terdengar ringtone dari The Corrs d HPku. Ada teLepon masuk, tapi siapa ini? no tak dikenaL, pikirku. Ah, sudahLah angkat saja, putusku.
"HaLo, benar ini nonya Nina?" tanya suara wanita di teLepon
"Benar, maaf ini siapa? ada apa ya?" tanyaku
"Dek Nina, saya ibunya Ega, saya minta toLong Nina ke rumah sakit sekarang? Ega masuk ruma sakit, sekarang kritis..."
"Tapi tante kak Ega sakit apa tante?"
"Terima kasih..."
"Tante, kak Ega sakit apa? haLo tante... haLo ..." bip bip bip. sambungan terputus
Aku panik, tp juga bingung. Kak Ega sakit apa? kok kritis, berarti tadi pagi dia emang sakit. Tapi kok tiba-tiba ibunya neLfon aku? Tau no ak dari mana? Duh, ke rumah sakit gak ya? pikirku bingung.
"Nin, kamu knapa? kok bingung banget ?" tanya Ray
"Ray, ibunya kak Ega teLfon, katanya kak Ega kritis di rumah sakit, ibunya minta aku ke sana, gimana dong ?" tanyaku
"Ya udah ayo berangkat" kata Ray
Aku bergegas mengganti pakaianku dan mengambiL tas. Bersama Ray meLuncur menuju rumah sakit. Aku geLisah, perasaanku gak enak. Ada apa ini? batinku. Ray menyentuh tanganku, ku menoLeh ke arahnya, dia tersenyum untuk menenangkanku. Aku beruntung punya sepupu sepertinya. Siapapun perempuan yang bersamanya dia beruntung. Aku membaLas senyumnya.
Sesampainya di rumah sakit, aku bersama Ray bergegas masuk dan menuju informasi untuk menanyakan di mana kamar kak Ega. BeLum sempat kami bertanya, seorang ibu menghampiri kami.
"Nina ?" tanya ibu itu
"Benar tante, tante ibunya kak Ega?" tanyaku
Ibu itu hanya mengangguk LaLu meminta kami mengikutinya. Ruang aster ku Lihat papan nama di depan pintu kamar itu. Ibu itu mempersiLakan kami masuk.
Aku menutup muLutku terkejut, tak terasa air mata menetes di pipiku kaLa aku memandang sosok itu. Sosok yang terbaring Lemah dengan seLang oksigen dan infus. Wajahnya pucat, matanya sayu menatapku. Senyum tersungging dari bibirnya kaLa meLihatku. Kak Ega. Ray merangkuLku untuk menenangkanku dan menuntunku berjaLan mendekati kak Ega. Ku duduk di samping kak Ega, tersenyum namun air mataku tak berhenti mengaLir.
"Adik kenapa nangis? kakak gak apa-apa" katanya sambiL mengusap air mataku
"Kakak sakit apa? kenapa gak biLang?" tanyaku
"Kakak gak mau bikin orang Lain sedih, hidup kakak gak akan Lama Lagi, kakak cuma ingin orang yang kakak sayang bahagia" katanya terbata-bata
"sssttt, kakak gak boLeh ngomong gitu, kakak pasti sembuh" sergahku
Kak Ega hanya tersenyum mendengar apa yang aku katakan. Tangannya kemudian meraba Lemari untuk mengambiL sesuatu, sepucuk surat.
terdengar ringtone dari The Corrs d HPku. Ada teLepon masuk, tapi siapa ini? no tak dikenaL, pikirku. Ah, sudahLah angkat saja, putusku.
"HaLo, benar ini nonya Nina?" tanya suara wanita di teLepon
"Benar, maaf ini siapa? ada apa ya?" tanyaku
"Dek Nina, saya ibunya Ega, saya minta toLong Nina ke rumah sakit sekarang? Ega masuk ruma sakit, sekarang kritis..."
"Tapi tante kak Ega sakit apa tante?"
"Terima kasih..."
"Tante, kak Ega sakit apa? haLo tante... haLo ..." bip bip bip. sambungan terputus
Aku panik, tp juga bingung. Kak Ega sakit apa? kok kritis, berarti tadi pagi dia emang sakit. Tapi kok tiba-tiba ibunya neLfon aku? Tau no ak dari mana? Duh, ke rumah sakit gak ya? pikirku bingung.
"Nin, kamu knapa? kok bingung banget ?" tanya Ray
"Ray, ibunya kak Ega teLfon, katanya kak Ega kritis di rumah sakit, ibunya minta aku ke sana, gimana dong ?" tanyaku
"Ya udah ayo berangkat" kata Ray
Aku bergegas mengganti pakaianku dan mengambiL tas. Bersama Ray meLuncur menuju rumah sakit. Aku geLisah, perasaanku gak enak. Ada apa ini? batinku. Ray menyentuh tanganku, ku menoLeh ke arahnya, dia tersenyum untuk menenangkanku. Aku beruntung punya sepupu sepertinya. Siapapun perempuan yang bersamanya dia beruntung. Aku membaLas senyumnya.
Sesampainya di rumah sakit, aku bersama Ray bergegas masuk dan menuju informasi untuk menanyakan di mana kamar kak Ega. BeLum sempat kami bertanya, seorang ibu menghampiri kami.
"Nina ?" tanya ibu itu
"Benar tante, tante ibunya kak Ega?" tanyaku
Ibu itu hanya mengangguk LaLu meminta kami mengikutinya. Ruang aster ku Lihat papan nama di depan pintu kamar itu. Ibu itu mempersiLakan kami masuk.
Aku menutup muLutku terkejut, tak terasa air mata menetes di pipiku kaLa aku memandang sosok itu. Sosok yang terbaring Lemah dengan seLang oksigen dan infus. Wajahnya pucat, matanya sayu menatapku. Senyum tersungging dari bibirnya kaLa meLihatku. Kak Ega. Ray merangkuLku untuk menenangkanku dan menuntunku berjaLan mendekati kak Ega. Ku duduk di samping kak Ega, tersenyum namun air mataku tak berhenti mengaLir.
"Adik kenapa nangis? kakak gak apa-apa" katanya sambiL mengusap air mataku
"Kakak sakit apa? kenapa gak biLang?" tanyaku
"Kakak gak mau bikin orang Lain sedih, hidup kakak gak akan Lama Lagi, kakak cuma ingin orang yang kakak sayang bahagia" katanya terbata-bata
"sssttt, kakak gak boLeh ngomong gitu, kakak pasti sembuh" sergahku
Kak Ega hanya tersenyum mendengar apa yang aku katakan. Tangannya kemudian meraba Lemari untuk mengambiL sesuatu, sepucuk surat.
-----to be continue-----