Suasana di makam begitu piLu, yang terdengar hanya suara isak tangis dari keLuarga, saudara dan teman-teman kakak. Air mataku mengaLir namun kucoba tegar. Ray berdiri di sampingku mencoba menguatkanku. Aku tersenyum menatapnya.
Hubunganku dengan keLuarga kak Ega gak hanya sampai sini, maLah mereka menganggapku sebagai bagian dari keLuarga mereka. Aku senang mendapatkan keLuarga yg baru di sini.
"Nina" panggiL ibu Kak Ega yang kini kupanggiL Mama
"Ada apa Ma?"
"Ini aLamat Lia yang kamu minta kemarin. Kamu yakin mau ke sana? Itu jauh, dia di Jakarta" kata Mama sambiL menyerahkan sepucuk kertas berisi aLamat
"Nina yakin Ma, Nina udah janji sama aLmarhum kak Ega" kataku sambiL tersenyum
"Baik kaLau keputusan kamu udah buLat, mama di sini cuma bisa berdoa, semoga kamu bisa memenuhi janjimu dan Ega tenang di sana"kata Mama sambiL tersenyum
"Makasih Ma" kataku sambiL memeLuk Mama
Kuputuskan besok berangkat ke Jakarta. Dengan di temani Ray karena kak Theo ada panggiLan kerja di Semarang jadi dia gak bisa menemaniku. Berdua dengan Ray akan menuju Jakarta. Malam ini kami berangkat ke Jogja untuk seLanjutnya naik pesawat menuju Jakarta.
Jakarta, 10 JuLi 2012
Akhirnya aku dan Ray menginjakkan kaki di jakarta. Di bandara sepupuku teLah menyambutku dengan hangat. Memang sebeLum ini aku teLah memberitahukan kepada mereka maksudku, untung aja mereka bersedia menemaniku karena jujur saja aku gak tau soaL jakarta. Kuputuskan hari ini Langsung mencari aLamat Lia itu, yang bikin repot aLamat yang tertuLis gak begitu jeLas karena tuLisan nomor rumahnya udah sobek. SeLain itu juga Letak rumahnya jauh dari rumah sepupuku.
Hampir satu jam perjaLanan untuk mencapai aLamat yang di maksud. Aku, Ray dan Conny turun dan mencarirumah Lia. KompLeksnya cukup besar. Aku bingung harus muLai dari mana. Akhirnya kami putuskan untuk berpencar. Ray ke sebeLah kanan, Conny sebeLah kiri, dan aku dapat bagian yang ada di depanku saat ini.
Satu rumah...
dua rumah...
tiga rumah...
Hampir tujuh rumah sudah kukunjungi, tapi nihiL, hampir putus asa ku mencari. Ku ambiL handphone dan ku coba menghubungi Ray dan Conny.
"Ray, gimana?" tanyaku
"deLapan rumah udah aku kunjungi tapi nihiL" katanya
"Aku juga, udah tujuh rumah, tapi nihiL, terus gimana dong?" kataku Lemas
"kita cari Lagi pasti ketemu, sabar yaa" jawab Ray
"Oke deh, kabari aku Lagi nanti" kataku
"Pasti" jawabnya
Kututup teLepon dan kini kucoba menghubungi Conny...
"Con, gimana?" tanyaku
"sepuLuh rumah, nihiL" katanya
"yah, gimana dong?" tanyaku
"Lo yakin rumah dia di daerah sini?" tanyanya
"Yakin, kn udah tertuLis di aLamatnya, kenapa ?" tanyaku
"Gue takut kaLau dia pindah rumah" katanya
Aku terdiam mendengar kekhawatiran Conny, karena aku juga khawatir.
"Ya udah deh, gue coba cari Lagi, Lo sabar yaa" katanya
"Thanks ya Con" jawabku smbiL tersenyum
Ku duduk di sebuah kursi taman di dekat situ, mencoba beristirahat sejenak. Ku Lihat seorang anak keciL menghampiriku.
"Kakak cari Kak Lia?"
"Iya, adik tahu?" tanyaku cepat
"Kak Lia udah pindah" katanya
Aku Lemas ketika mendengarnya. Benar dugaan Conny. Aku mengheLa napas.
"Adik tau kak Lia pindah ke mana?" tanyaku berharap berhasiL
"Gak tau"
Semakin Lemas aku mendengarnya. Ku merasa aku tidak akan bisa memenuhi keinginan kak Ega.
"Tapi aku tau di mana kak Lia kuLiah, kakak coba cari di sana" kata adik keciL itu bagai angin segar
"Di mana?" tanyaku semangat
"Kampus Kijang" jawab anak itu
"Kampus Kijang? di mana itu?" tanyaku heran
"Gak tau, tapi kak Lia sering cerita tentang kampusnya. Kampus Kijang katanya. Udah ya kak, aku di panggiL mama. Dadaah" kata anak keciL itu Langsung berLari menghampiri ibunya.
Jakarta, 10 JuLi 2012
Akhirnya aku dan Ray menginjakkan kaki di jakarta. Di bandara sepupuku teLah menyambutku dengan hangat. Memang sebeLum ini aku teLah memberitahukan kepada mereka maksudku, untung aja mereka bersedia menemaniku karena jujur saja aku gak tau soaL jakarta. Kuputuskan hari ini Langsung mencari aLamat Lia itu, yang bikin repot aLamat yang tertuLis gak begitu jeLas karena tuLisan nomor rumahnya udah sobek. SeLain itu juga Letak rumahnya jauh dari rumah sepupuku.
Hampir satu jam perjaLanan untuk mencapai aLamat yang di maksud. Aku, Ray dan Conny turun dan mencarirumah Lia. KompLeksnya cukup besar. Aku bingung harus muLai dari mana. Akhirnya kami putuskan untuk berpencar. Ray ke sebeLah kanan, Conny sebeLah kiri, dan aku dapat bagian yang ada di depanku saat ini.
Satu rumah...
dua rumah...
tiga rumah...
Hampir tujuh rumah sudah kukunjungi, tapi nihiL, hampir putus asa ku mencari. Ku ambiL handphone dan ku coba menghubungi Ray dan Conny.
"Ray, gimana?" tanyaku
"deLapan rumah udah aku kunjungi tapi nihiL" katanya
"Aku juga, udah tujuh rumah, tapi nihiL, terus gimana dong?" kataku Lemas
"kita cari Lagi pasti ketemu, sabar yaa" jawab Ray
"Oke deh, kabari aku Lagi nanti" kataku
"Pasti" jawabnya
Kututup teLepon dan kini kucoba menghubungi Conny...
"Con, gimana?" tanyaku
"sepuLuh rumah, nihiL" katanya
"yah, gimana dong?" tanyaku
"Lo yakin rumah dia di daerah sini?" tanyanya
"Yakin, kn udah tertuLis di aLamatnya, kenapa ?" tanyaku
"Gue takut kaLau dia pindah rumah" katanya
Aku terdiam mendengar kekhawatiran Conny, karena aku juga khawatir.
"Ya udah deh, gue coba cari Lagi, Lo sabar yaa" katanya
"Thanks ya Con" jawabku smbiL tersenyum
Ku duduk di sebuah kursi taman di dekat situ, mencoba beristirahat sejenak. Ku Lihat seorang anak keciL menghampiriku.
"Kakak cari Kak Lia?"
"Iya, adik tahu?" tanyaku cepat
"Kak Lia udah pindah" katanya
Aku Lemas ketika mendengarnya. Benar dugaan Conny. Aku mengheLa napas.
"Adik tau kak Lia pindah ke mana?" tanyaku berharap berhasiL
"Gak tau"
Semakin Lemas aku mendengarnya. Ku merasa aku tidak akan bisa memenuhi keinginan kak Ega.
"Tapi aku tau di mana kak Lia kuLiah, kakak coba cari di sana" kata adik keciL itu bagai angin segar
"Di mana?" tanyaku semangat
"Kampus Kijang" jawab anak itu
"Kampus Kijang? di mana itu?" tanyaku heran
"Gak tau, tapi kak Lia sering cerita tentang kampusnya. Kampus Kijang katanya. Udah ya kak, aku di panggiL mama. Dadaah" kata anak keciL itu Langsung berLari menghampiri ibunya.