"Lia itu siapa kak? pacar kakak?" tanyaku
"dia orang yang paLing penting di hidup kakak, karena dia kakak bisa merasakan indahnya hidup, karena dia hidup kakak yang singkat ini jadi indah" jawabnya terbata-bata
"Aku mengerti, dia pasti berarti banget buat kakak" kataku sambiL tersenyum namun air mataku tak berhenti mengaLir
"toLong berikan surat ini padanya. Ini permintaanku yang terakhir" katanya
"ssstt kakak pasti sembuh, kakak gak boLeh ngomong gitu" jawabku
"Kakak mohon dik, satu kaLi ini saja" pintanya
"baikLah, tp aku gak tau siapa Lia dan dimana dia" jawabku
"nanti bunda kasih tau kamu, asaL kamu berjanji duLu akan mnyampaikan surat itu" pinta kak Ega
"Iya kak, Nina janji" kataku sambiL tersenyum
Kak Ega membaLas senyumku dan menggenggam tanganku. Entah mengapa rasanya aku tak ingin kehiLangan dia. Dia ku anggap seperti kakak bagiku meskipun kami baru kenaL. Air mataku mengaLir di tengah senyumanku.
Tiba-tiba....
"Susteeerr... susteeerr... toLoong" teriakku panik sambiL memencet beL.
Ray berhambur keLuar mencari pertoLongan. Ibu kak Ega masuk dan menangis sambiL memegang tangan kak Ega. Aku panik meLihat kak Ega kejang-kejang, napasnya tersengaL-sengaL, wajahnya semakin pucat, badannya dingin seperti es. Aku takut, aku beLum siap kehiLangan kakak. Ray datang bersama dokter dan perawat.
"Kak, kakak kuat kak, kakak harus sembuh kak" kataku sambiL menangis
"Ga, kamu harus kuat Ga, buat keLuargamu, buat Lia, kamu harus sembuh Ga" kata Ray
Piiiipp piiipp piipp
monitor menunjukkan garis Luruuss
"Gaaaakk, kak Ega bangun kaakk, kak Ega gak boLeh pergii. Kakaaakkk !!!" jeritku
"Ega, kamu bangun nak, jangan tinggaLin mama nak" jerit ibu kak Ega
Dokter mengambiL aLat pacu jantung dan mencoba memacu jantung kak Ega.
Satu kaLi . .
Dua kaLi . .
Tiga kaLi . .
dokter menaruh aLat pacu jantung dan menggeLeng perLahan. Gak mungkin, ini gak mungkin, kak Ega masih bisa seLamat, pikirku. Dokter menarik seLimut dan menutup wajah kak Ega.
"Gaakk ! Kak Ega gak boLe pergii !!! Kak Ega gak boLeh tinggaLin Nina, kakaak bangun kak, kakaak banguunn !!!" jeritku sambiL mngguncang-guncang badan kakEga. Sia-sia.
Ray menarikku dan memeLukku dari beLakang. Tanganku masih menggenggam tangan kak Ega.
"Gak, gak mungkin. Kak Ega gak mungkin ninggaLin kita Ray. Gak mungkiinn, Kakaakk . ."
Mataku buram, makin Lama makin geLap dan aku terjatuh. Pingsan.
Ray menahan tubuhku agar tidak terjatuh. Ray menggendongku dan menaruhku di sofa. Ibu kak Ega masih menangis di samping jasad kak Ega, begitu juga keLuarganya. Tanganku masih menggenggam surat yang di berikan kak Ega.
Aku membuka mataku. Ku Lihat sekeLiLingku. Hamparan padang rumput yang hijau, Luas sekaLi. Di mana aku? pikirku
"Nina" panggiL seseorang. Aku menoLeh
"Kak Ega? Kakaak" jeritku sambiL berLari menghampiri sosok itu
Kak Ega memeLukku. Dia terLihat tampan. Bajunya bersih putih. Aku tersenyum.
"Kakak ayo puLang" kataku
"Kakak gak bisa puLang" katanya sambiL tersenyum
"Di siniLah tempat kakak sekarang. Kakak ke sini mau minta toLong kamu" katanya
"minta toLong apa kak ?" tanyaku heran
"Kakak minta kamu jaga diri baik-baik. ToLong jagain keLuarga kakak. Jangan Lupa sampaikan surat dari kakak untuk Lia" katanya sambiL tersenyum
"pasti kak, Nina janji." kataku sambiL tersenyum
"Kakak harus pergi, waktu kakak gak banyak. Kamu jaga diri baik-baik."
SeteLah mengatakan itu makin Lama kak Ega makin menjauh LaLu dia menghiLang di baLik cahaya yang sangat terang.
"Kakaakk !" jeritku LaLu aku terbangun.
Ku menoLeh ke ranjang rumah sakit. Kakak masih di situ. Ku berjaLan menghampirinya. Ray mencegahku. Ku tersenyum. Ray membiarkanku pergi namun tetap mengawasiku
Ku berdiri di samping jasad kak Ega. Ku genggam tangannya yang teLah memutih dan dingin.
"Nina janji, Nina akan berusaha meLakukan apa yang kakak minta. Nina janji akan memenuhi semua keinginan kakak" kataku
Ray mengahmpiriku dan memeLukku, aku menangis di daLam peLukannya.
Ku ingat surat yang tadi ku bawa, ku Lihat dengan seksama. Gak di Lem ataupun di beri perekat.
Ku ambiL sepucuk kertas dari daLam ampLop, ku buka dan ku baca.
Spontan air mataku mengaLir
Untuk yang tersayang Lia,
Terima kasih untuk bunga cinta yang teLah kau tanam
Terima kasih untuk mentari yang indah
Terima kasih untuk tawa dan canda
Terima kasih karena kau teLah memperLihatkan dunia yang sempurna di mata indahmu
Terima kasih untuk kehangatan cinta yang kau beri
Karnamu duniaku menjadi indah
Karnamu duniaku sempurna
Karnamu ku dapat kembaLi tersenyum di sisa hidupku
Berjuta kata terima kasih tak sebanding dengan semua yang teLah kau beri untukku
Maaf atas Luka yang ku gores
Maaf karena ku Lemah
Maaf karena ku ingkar janji
Maaf ku tak dapat Lagi berada di sisimu
Maaf atas penderitaan yang kau terima karenaku
Mungkin saat kau baca surat ini, ku tak dapat Lagi meLihatmu
Jaga dirimu baik-baik
Ku pergi namun ku akan tetap hidup di hatimu
Terima kasih untuk segaLanya
SeLamat tinggaL
Untuk yang ku cinta Lia
Ega