Halaman

31 Desember 2012

Merry Christmas and Happy New Year

Sang Juru Selamat telah lahir di dunia
Tuhan Yesus Kristus
Bala tentara Surga bersorak dan memuji Allah
kita pun di dunia ikut bersorak memuliakan Allah

MERRY CHRISTMAS
2012

Semoga Damai Natal selalu beserta kita



Kini tiba saatnya kita menyambut tahun yang baru
Mari kita tutup lembaran lama kita dan jadikan sebuah pelajaran berharga
Saatnya kita buka lembaran yang baru
Gores dengan tinta warna-warni agar hidup kita menjadi berwarna
Semoga di tahun yang baru dapat tercapai apa yang kita inginkan

HAPPY NEW YEAR
2013

Gores lembaranmu dengan tinta warna-warni




From :

Agnes Felicitas Galuh Anindita
(Inez)



23 Desember 2012

Surat Untuk Bunda

Teruntuk
Bundaku tersayang

Sembilan bulan kau ijinkanku berdiam dalam ragamu, tanpa lelah kau rawat aku
Kau pertaruhkan jiwa dan ragamu, demi aku anakmu
Tak kau pedulikan lelah, sakit, dan deritamu
Hanya senyum yang terpancar dari wajah cantikmu
Tanpa lelah kau jaga aku, kau timang dan kau manja
Hingga kini ku beranjak dewasa
Kau tampakkan senyum manismu
Meskipun ada tangis dalam kalbu, karnaku
Tak kau hiraukan betapa besar luka yang ku buat di dalam hatimu, Bunda
Kau tetap menyayangiku
Bunda, kau yang terbaik
Terima kasih Bunda.
-dari Anakmu-
by : Inez


21 Desember 2012

Aku dan Hujan

Aku akan nikmati hujan dan sendiriku
rasakan lambaian angin dan tetes hujan basahi kulitku
dan sepertinya buliran hujanpun enggan, membuat sesak
enggan menemaniku, butirannya hilang bgitu menyentuhku, seakan tak mau d sisiku
aku sesak, sesak dalam sepi
 tetapi dalam sepi dan sendiriku aku bersyukur
dengan gulitanya malam yang mampu mengurangi rasa
ya rasa
walapun sedikit
aku bersyukyur
dan kini ku belajar tuk nikmati indah gulita malam
ku nikmati rasa yg berulang kali menghujamku
ku nikmati cahaya purnama dalam sepiku

                                                  by : Errgy & Inez

11 Desember 2012

Cinta Dua Insan


Sang lelaki termenung menatap hujan dari balik jendela, dia berkata pada hujan
"Ingin kutitipkan rindu tentangmu pada hujan malam ini. Akankah sampai? Atau kutitipkan saja pada doaku malam ini"
Sang hujan tak menjawab, tak berhenti menurunkan tetes air dan hembusan angin

Di sudut bumi yang lain, sang wanita duduk termenung di hamparan bukit nan hijau, biarkan angin membelai tubuhnya

Sang wanita berkata pada sang angin "titipkan pada angin kan berhembus, kan ku gapai angin yang membawa rindumu
biarkan angin berhembus , membisikkan padaku seuntai kata indah yg kau hembuskan pada angin yg membelaiku"
Sang angin pun membisu

Sang lelaki masih tak beranjak dari tempatnya, dia termenung dan berbisik

"sang bayu sedang enggan menjadi perantara,dan sulit untukku menjaringnya,ku biarkan saja tarian hujan malam ini membekukan rasa,dan mencair bila waktunya tlah tiba"

Di sudut bumi tempat sang wanita berdiam, hujan turun deras sekali, sang wanita berdiri, dia rentangkan tangannya, dia berputar, menari, dan tertawa. Dia berteriak

"tangis sang awan membawa rindumu , tertinggal di pucuk daun , tangis sang awan telah henti , menjelma menjadi titik embun , basahi dunia , rindumu trtinggal padanya , kuusap , kurasakan belai lembutnya , menghantar sejuta makna , tesirat seuntai kata indah yang kau rangkai untukku"

Cinta dua insan yang berbeda, terpisah ruang dan waktu, hanya angin dan hujan yang mampu menyampaikan pesan mereka



by : Errgy & Inez

21 November 2012

Kata Hati

kau mendekat, aku diam
aku mendekat, kau pergi
kau terbangkanku kemudian hempaskanku
aku lari, kau diam
kau lari, aku menghilang
aku kembali dan menutupnya darimu
saat semua hilang kau datang, kau kembali lagi

aku tak mengerti apa maumu
aku lelah dengan semua ini
katakan saja apa maksudmu
Jangan buatku bimbang, jangan buatku ragu
janganlah kau datang kembali
jika hanya untuk membuat semuanya
terulang kembali

15 November 2012

This is me...

Orang banyak yang tak menyukaiku dan menganggapku aneh karena
# aku lebih suka menyendiri, daripada harus bergabung dalam keramaian
# aku jarang terlihat berjalan bersama teman-temanku karena memang aku lebih suka menyendiri
# aku lebih suka berdiam diri berjam-jam di perpustakaan daripada harus nongkrong di cafe berjam-jam
# aku lebih suka berdiam diri di kamar tanpa lampu jika di malam hari dan tidak melakukan apapun daripada bertahan di depan televisi
# aku suka berada dalam ruang dengan penerangan minimal
# di saat semua perempuan asyik memborong pakaian di department store aku justru menggunakan uangku untuk membeli sejumlah novel
# di saat orang-orang betah berjam-jam berada dalam toko pakaian, aku lebih betah berjam-jam berada dalam toko buku
# aku lebih suka roti daripada nasi
# aku lebih suka yoghurt daripada susu
# aku lebih suka novel daripada komik
# aku suka bermain dengan imajinasi dan orang menganggapku sebagai pemimpi
# aku suka semua hal yang berbau detektif dan ilmiah yang menurut orang merupakan hal yang sulit
# aku tidak memiliki kriteria pria idaman di saat semua perempuan sibuk mendiskusikan apa kriteria pria idaman mereka
# banyak orang tidak menyukai air putih tapi aku justru menyukai air putih
Tapi aku tak peduli, ini aku dan tetap menjadi apa adanya aku, aku bangga menjadi diriku, dan aku bahagia di kehidupanku . .
jangan pernah sembunyikan siapa kamu sebenarnya, jangan pernah menjadi orang lain demi mendapatkan seorang teman, karena teman yang sesungguhnya akan menerimamu apa adanya siapa pun dirimu dan bagaimanapun keadaanmu...

9 November 2012

Sebuah Memori Dalam Peti

aku pnya sebuah peti kaca, tempatku menyimpan berbagai memori indah
segala memori indah tentang dia , tentang mereka , tentangnya
semua ku simpan dalam sebuah peti kaca berhiaskan permata dan berukir indah
ku letakkan di tempat d mana orang dapat melihat kebahagiaan yang ku punya
Lalu kau hadir , dan melihat peti kaca itu
kau mencari , dan tak terlihat sebuah memori tentangmu di situ
kau pergi dan marah
tanpa kau sadari , ku simpan semua memori itu dalam sebuah kotak kayu
ku letakkan di mana tak seorang pun dapat melihat dan menemukannya
aku tak membuang memori tentangmu
aku hanya menyimpannya , aku hanya menyembunyikannya hingga saatnya tiba
saat di mana aku akan mengeluarkan memori indah tentangmu
dan kubiarkan semua orang dapat melihat betapa berartinya dirimu bagiku

by : Felicitas

19 Oktober 2012

Sang Bunga dan Sang Waktu

Bungaku tak hilang , bungaku hanya pergi terenggut oleh sang waktu

sang waktu mencuri bunga itu dari diriku


membawanya lari

lari jauh entah kemana

ku berlari mengejar


namun kaki tak mampu melangkah

tak sanggup ku mengungguli sang waktu

ku tertatih , ku lelah mengejar

ku terjatuh, bersimpuh di hamparan permadani

ku lihat di sini beberapa bunga kecil

bunga yang cantik terlepas dari kawanan

hanya tergeletak begitu saja

tak tertanam, tak terpendam

tak menembus ruang kalbu

rasa ini masih ada namun tak sebagai dambaan jiwa


by : Miss Pink

9 Oktober 2012

Kataku

Baru kangen sama kata-kata, semoga memberi makna,

Menculik kata dari waktu

Waktu yang tak seorang pun tahu di mana akhir dari semuanya

yang tidak seorang pun tahu sampai kapan waktu itu berhenti

Hingga menjadi musuh dalam kalbu

Membakar semua yang ada dalam jiwa

Ku biarkan waktu itu

berjalan sesuai alurnya

by : Errgy & Lia

Kata

Baru kangen sama kata kata semoga memberi makna,

Menculik kata dari waktu

memeluk kata dan mendekapnya untukku sendiri

membiarkanya dalam reak keegoan untuk menjadi

api yang membara memberi ketenangan dalam kalbu

semakin ku dekap kata menjauh dr waktu

aku hanya ingin memuaikan kata itu

tapi semakin detik berlalu semakin bias ungkapan yang tersirat dalam kalbu

aku ingin menuliskan kata yang tersirat salam kalbu namun aku tak mampu

sang waktu telah merenggut kataku


by : Errgy & Inez

2 September 2012

Catatan dari Hati

merasakan jatuh cinta kata orang begitu manis , terasa semuanya indah
tapi mengapa bukan itu yang aku rasakan saat ini ?
semuanya justru terasa sakit , tak seindah yang semestinya
semua terasa rumit
baru kaLi ini aku rasakan jatuh cinta itu begitu rumit
terasa menyesakkan , terasa menyakitkan
aku rindu suaramu , aku rindu kamu
namun kita tak dapat bertemu
banyak penghaLang di depan kita
jika kita memang saLing sayang
mengapa kita harus yang mengaLah ?
apa kamu gak ingin memperjuangkan semuanya ?
kamu tau bahwa yang kamu rasakan sama seperti yang aku rasakan
namun mengapa semua begitu rumit
seakan-akan kita tidak diperboLehkan untuk bersama
seakan-akan kita tidak akan pernah bersatu
apakah hubungan kita hanya sebatas ini saja ?
ingin rasanya aku berteriak
mengapa harus aku yang merasakan semuanya ?
mengapa ini semua terjadi pada kita ?
ku berjuang dengan sekuat tenaga menyembunyikan air mataku saat kau meneLpon
namun semuanya mengaLir deras saat kau tutup teLepon
mengapa harus begini ?
Tuhan , jika memang dia bukan untukku , hapusLah rasa ini dari diriku

23 Agustus 2012

Hidup Tanpa Teman ? Apa Aku Bisa ?

Apa bisa seseorang bertahan hidup bertahun-tahun tanpa seorang teman pun di sisinya ?

         Aku, Nina, 19 tahun hanyaLah seorang gadis biasa. Aku pun hidup di sebuahkeLuarga yang sederhana, ayahku hanya seorang PNS dan ibuku hanyaLah seorang guru di sebuah SMP negeri di semarang, gaji mereka pun tak seberapa.
         Saat itu umurku 9 tahun, aku duduk di bangku keLas 4 SD. Saat itu aku masi poLos, tdk tau apa-apa, aku pun tak tau bagaimana teman-temanku membenciku. Mereka semua menjeLekkanku, mencemoohku. Sampai-sampai seorang temanku menangis hanya karena dia duduk sebangku denganku. Aku hanya bisa diam, di otakku hanya timbuL sebuah pertanyaan "Mengapa?" namun tak pernah terjawab
         tiga tahun berLaLu aku hidup dengan keadaan seperti itu, dan itu di aLami oLeh seorang anak SD hingga aku LuLus, aku cuek saat itu.
aku LuLus dan bersekoLah di sebuah SMP swasta terfavorit di kotaku. SekoLah yang aku impikan, rasanya bagai sebuah mimpi bersekoLah di sini. Aku berpikir aku akan dapat banyak teman baik di sini. Akupun tersenyum senang.
         Namun kenyataan berkata Lain, kejadiannya justru Lebih parah di banding saat aku SD, di sini aku tdk hanya di jauhi, di ejek, dan di cemooh. Namun di sini aku di hina, di fitnah dan di anggap sampah, mereka membuat aku seperti kuman yang patut di jauhi, bahkan mereka menutup mata saat meLihatku. Aku hanya diam, meskipun hatiku sakit rasanya, aku hanya bisa menangis saat maLam tiba, ku tutup pintu kamar dan ku menangis sepuasnya.
         Tak ada seorang pun di keLuargaku yang tau kejadian ini, aku tak mau membuat mereka sedih, aku membuat seoLah-oLah aku punya bnyak teman dan aku bahagia di situ. PadahaL semua hanya sandiwara beLaka. Aku berusaha tetap bertahan di sekoLah itu, tak aku pikirkan yang terjadi, waLau sakit rasanya. Tiga tahun kuLaLui dengan keadaan seperti itu. Sempat terpikir oLehku ingin keLuar saja, karena aku tak tahan dengan semuanya, namun terpikir oLehku bahwa ini adaLah sekoLah impianku, sekoLah ini impianku, aku keLuar dari sini berarti aku meLepaskan semua impianku, seLain itu pasti berat utk ayah dan ibu, harus mengeLuarkan biaya yg tdk sedikit, bisa sekoLah di sini saja pasti pngorbanan mereka sungguh berat karena sekoLah inipun tdk murah. Akhirnya ku urungkan niatku, dan ku mencoba bertahan, sampai aku LuLus dari sekoLah ini tak ada seorang pun yang tau. Enam tahun sudah ku jaLani hidup tanpa seorang teman.
       Dan ku berada di bangku SMA, ku pikir semua akan berubah di sini, namun ternyata tidak, mereka tak suka padaku entah apa aLasannya aku sendiripun tak tau, aku berpikir kapan aku bisa memiLiki seorang teman di sisiku? namun aku berpikir kembaLi , kaLau aku bisa meLaLui enam tahun yang berat dengan keadaan seperti ini kenapa sekarang tidak? ituLah yang membuat aku bertahan.
      Tuhan itu adiL, tujuh tahun sudah ku hidup tnpa seorang teman, kini aku mempunyai teman yang baik, Tuhan memberiku seorang teman untuk diriku, aku senang akhirnya aku bisa merasakan senangnya punya seorang teman di sisiku, meskipun tetap banyak yg membenciku setidaknya ada yg membeLaku dan menguatkanku. Yaahh, tujuh tahun aku bangkit dan berjuang sendiri, kini ada seseorang yang membantuku berdiri dan berjaLan bersamaku.

tak masaLah tak punya teman, tapi ingat, di beLakang ada banyak yang menemanimu, masih ada ayah ibu, kakak, adik, saudara-saudara kita. Kita tidak sendiri. Kitapunya teman sejati yang tak pernah tidur dan seLaLu mengawasi kita, Tuhan.

9 Agustus 2012

Yang Terindah Tak SeLaLu Yang TerLihat

sang mentari teLah berpuLang
bersembunyi di baLik kemah awan
beribu bintang menampakan diri
bertabur di keLamnya Langit
bak kunang-kunang yang menyinari
menerangi keLamnya maLam
ku berdiri di muka rumah
tengadah menatap
mengagumi indah sinarmu
namun kuLihat sebuah bintang
keciL nan redup
bagai domba yang tersisih dari kawanan
tanganku teruLur menggapai bintang itu
namun tak ku duga tak ku sangka
bintang itu indah, sinarnya terang indah gemiLang
diaLah bintang terindah yang pernah kuLihat
ku terdiam menatap sang bintang
yang terindah tak seLaLu yang terLihat

8 Agustus 2012

Sang Kumbang dan Si Mawar

sang kumbang nan rupawan
menarik hati damaikan kaLbu
tampan rupa tampan hati
kian mendekat kian terpikat
sang kumbang bercerita

sang mawar teLah memikatnya
hati hancur hati rapuh
hati sang kumbang d curi mawar
ingin merebut ingin mengambiL
apa daya diri tak sanggup
di kaLa hati rapuh
hancur tak berbentuk
kumbang Lain datang mendekat
uLurkan tangan bangkitkan diri
saat kepaLa tengadah
sang kumbang pun uLurkan tangan
hati bingung hati bimbang
ke manakah hati akan berLabuh ?

25 Juli 2012

Tokoh-tokoh di BaLik Cerita

Cerita "Sepucuk Surat untuk LIA" merupakan sebuah cerita yang terinspirasi dari mimpi yang tokoh-tokohnya memang nyata. Namun meskipun tokohnya nyata, ceritanya murni hanya fiktif. Berikut beberapa tokoh yang memang nyata :
Theo : daLam kehidupan nyata memang kakak kandung, kakak kedua Nina
Ray : daLam cerita adaLah sepupu Nina, begitupun di dunia nyata
Nina : anak bungsu dari 3 bersaudara, cewek sendiri, kakanya bernama Dimas dan Theo
Ega : anak Kebumen, kenaL Nina di MaLL, yg berbeda adaLah daLam knyataan Ega dan Nina kenaL di dunia maya
Lia : di mimpi ada namanya Lia, tp di dunia nyatagak ngerti Lia itu sapa, yg Nina kenaL adaLah Lia yang beda tapi domisiLi sama-sama di Jakarta
Conny : sepupu Nina d Jakarta, kaLau ini asLi fiktif karena Nina gak punya sepupu yang bernama Conny di Jakarta

oke , ini nama-nama daLam dunia nyata :
Dimas : nama panggiLan daLam dunia nyata Ivo, di ambiL dari nama panjangnya yaitu Ivo Dimas
Theo : nama panggiLan daLam dunia nyata Levi , Theo di ambiL dari nama panjangnya Mateus Levi > Mateus = Mathew = Mateo
Ray : nama panggian daLam dunia nyata tetap Ray
Nina : nama panggiLan daLam dunia nyata Inez yaitu penuLis sendiri
Ega : nama panggiLan daLam dunia nyata Errgy
Lia : tetap , gak ada yg dirubah
Conny : gak ada di dunia nyata

SpeciaL thanks aku ucapkan kepada mas Errgy yang udah jadi tokoh daLam cerita, Lia pembaca setia dan pembaca pertama, sepupu aku Ray yang jadi tokoh yang setia nemenin Nina, kakak-kakak aku Ivo dan Levi, Ibu yang jadi pembaca setia juga. Teman-teman fcebook dan twitter yang udah jadi pembaca setia dan teman-teman pengunjung , thanks for you aLL guys

19 Juli 2012

Sepucuk Surat Untuk LIA -The Last-

        Kampus Kijang? Di mana itu? Aku beLum pernah mendengarnya. Tapi ku yakin ini petunjuk keberadaan Lia. Tuhan, bantu kami. Kak bantu aku, kataku daLam hati. Ku segera mengambiL teLepon genggam dan mencoba menghubungi Conny.

"Con, aku dapet petunjuk di mana Lia kuLiah" kataku
"Di mana? terus rumahnya?"
"Dia udah pindah, tapi tadi ada anak keciL yang kasih tau aku di mana Lia kuLiah" jeLasku
"Bener kan dugaan gue, terus di mana?"
"Kampus Kijang" kataku
"Kampus Kijang?" tanyanya heran
"Tunggu gue di sana, Lo masih di tempat tadi kan? Gue sama Ray ke sana sekarang" katanya
"aku di taman deket tempat yang tadi" kataku sambiL menutup teLepon

       Tak sampai 10 menit mereka sampai. Mereka keLihatan LeLah sekaLi. Ku ambiL botoL minum yang tadi ku bawa. Ku sodorkan kepada mereka. Mereka menerimanya dengan cepat dan meneguknya.

"Sorry ya guys, ngerepotin kaLian" kataku merasa bersaLah
"Lo nyante aja Nin, gue ngerti kok gimana jadi Lo, kaLau gue jadi Lo, gue juga bakaL ngLakuin haL yang sama." kata Conny
"Thanks Con" jawabku tersenyum
"Udah deh, terus gimana nih kampus Kijang?" tanya Ray
"Gue curiga itu bagian dari sebuah universitas, bukan universitas yang berdiri sendiri. Karena gue gak pernah denger nama universitas itu" kata Conny
"Aku juga berpikir gitu" kata Ray
"aahh, bego, kenapa gak googLing aja coba, cari di situ kampus kijang" kataku sambiL menepuk jidat.
"Lo bener Nin, oke bentar gue bawa tabLet, gue ambiL duLu di mobiL. Lo berdua coba googLing Lewat handphone" kata Conny sambiL berLari masuk mobiL
"Aku gak fuLL service Ray, kamu?" tanyaku
"Aku juga gak, kita tunggu Conny aja" jawabnya Lemas


"KaLian gak coba nyari?" tanyanya heran waktu kembaLi meLihatku dan Ray hanya duduk termenung
"Kita gak pakai fuLL service" kataku
"YaeLah, oke deh"


Beberapa menit kemudian....

"Ketemu ! Binus, kampus kijang bagian dari Universitas Bina Nusantara" kata Conny girang
"Di mana itu?" tanyaku cepat
"Gue rasa gak begitu jauh dari sini, masih di Jakarta Barat" katanya tersenyum girang
"SyukurLaah" kataku sambiL mengheLa napas Lega
Ray tersenyum Lega mendengarnya. Kita semua tersenyum senang. Ada titik terang keberadaan Lia.
"Tapi kita gak bisa nyari sekarang, hari udah muLai geLap" kata Ray
"Lo bener Ray. Gini aja, kita puLang duLu, istirahat, kita Lanjutkan besok Langsung ke Kampus Kijang" kata Conny

         Aku hanya mengangguk, jujur aku ingin mecari hari ini juga. Namun aku sadar kita semua LeLah. Butuh istirahat. Dan akhirnya ku putuskan mengikuti mereka. PuLang dan meLanjukan pencarian besok.

Jakarta, 11 JuLi 2012

      Mentari menyapa dengan sinarnya yang hangat. Hari ini aku, Ray, dan Conny akan meLanjutkan misi mencari Lia. Yah, kemarin kami menemukan titik terang keberadaan Lia. Kampus Kijang Universitas Bina Nusantara.
      Kami teLah siap mencari. SeteLah mandi, bersiap, dan makan. Kami menuju garasi. Bertiga naik mobiL yang dikendarai Conny karena hanya dia yang tau kota Jakarta. KembaLi kami harus menempuh perjaLanan panjang karena seperti yang aku biLang, jauh dari rumah Conny. Hampir satu jam Lamanya kami menempuh perjaLanan. Tiba kami di kampus Kijang Binus. KembaLi kami berpencar. Dengan bekaL nama, aLamat rumah Lama kami bertanya pada setiap mahasiswa yang ada di situ.
        Dua jam Lamanya kami mencari, nihiL. Kami putuskan beristirahat. Duduk di kursi taman yang ada di situ sembari menikmati bekaL yang kami bawa.

"Aku takut gak bisa memenuhi permintaan kak Ega" kataku
"Lo yakin pasti bisa, kaLaupun gak bisa, seenggaknya Lo udah berusaha sampai sejauh ini. Gue saLut sama Lo. Dan gue yakin Ega pasti ngerti." kata Conny
"Tapi gimana dengan keLuarga mas Ega di Kebumen? Mereka berharap banget sama kita" kataku Lemas
"Mereka pasti ngerti, seenggaknya kita semua udah berusaha" kata Ray

Aku termenung memikirkan kata-kata mereka. Semoga saja mereka mau mengerti. Karena jujur aku muLai putus asa. Kami sama sekaLi beLum menemukannya, ya menemukan Lia.

"Permisi" tiba-tiba di beLakangku terdengar suara cewek menyapa. Kami menoLeh.
"Iya, ada apa mbak?" tanyaku sambiL tersenyum
"Maaf tadi saya dengar kaLian nyebut nama Lia, Ega, dan Kebumen. Apa yang kaLian maksud Ega pacarnya Lia anak Binus ?" tanyanya
"Iya, mbak kenaL sama Lia?" tanya Ray
"Saya Lia" jawabnya sambiL menguLurkan tangan.

       Kami terkejut, tak kusangka orang yang kami maksud datang sendiri kepada kami. Ku baLas jabat tangannya. Dia menjabat tangan kami satu persatu. Ku perhatikan sosoknya. Cantik. Anggun. Kak Ega hebat bisa mempunyai pacar sepertinya. Tapi kini geLisah menghampiriku. Bagaimana cara menyampaikan berita itu ke Lia?  batinku.

"Ada apa kaLian mencari saya?" tanyanya ramah
"Begini kami mencari kamu mau menyampaikan pesan dari Ega." kata Ray, spontan ku genggam tangan Ray.
"Berita apa? kok kaLian tegang ?" tanyanya heran menatap kami satu persatu.
"Ehm, begini... kami.. ehm..." jawab Conny gugup
"Oke, begini saja, kita bicara di rumahku. Biar Lebih tenang. KebetuLan hari ini kuLiahku kosong. Aku ke kampus cuma mau ngumpuLin tugas." jawabnya

       Kami bertiga mengikuti mobiL Lia menuju rumahnya. Tak begitu jauh dari kampusnya. Yah hanya sekitar 15 menit perjaLanan. Kami turun dari mobiL dan masuk ke rumah Lia. Dia menyambut kami dengan ramah.

"Ada apa sebenarnya kaLian mencariku?" tanyanya begitu kami semua duduk di ruang tamu.
Aku ceritakan kejadian dari awaL sampai akhir. Ku Lihat air mata muLai mengaLir di pipi Lia. Aku mati-matian menahan tangis.
"Gak mungkin, kaLian pasti saLah. Ega gak mungkin meninggaL" katanya sambiL menangis
"Kami gak saLah, aku dan Ray berada di sana. Dan kak Ega menitipkan surat ini padaku." kuserahkan surat yang ku bawa kepada Lia. Ku menoLeh, air mataku tak dapat Lagi kubendung. Ray merangkuLku.

        Lia membaca surat itu, tangannya gemetar, air matanya deras mengaLir. Ku tak sanggup meLihatnya. Hatiku sakit. Ku teringat pada peristiwa itu, detik-detik menjeLang kepergian kakak. Aku menangis di bahu Ray, Conny membeLai rambutku untuk menenangkanku.

"Gak ! Gak mungkin ini terjadi ! Gaakk, Egaaa, kamu gak boLeh ninggaLin akuu ! Egaaa !!!" jeritnya histeris.
Tiba-tiba BRUKK !!!
"Liaaa !" Conny menjerit. Lia pingsan.
"Li, bangun Li. Liaa sadar" kata Conny.
Ku ambiL minyak kayu putih dari daLam tasku. Ku dekatkan pada hidung Lia. Lia muLai tersadar.
"Egaa !" jerit Lia terbangun.
"Ega mana? Ega di mana? Egaa, mana diaa? dia masih hidup kan? dia masih hidup kan? JAWAB !" bentaknya
"Li, sadar Li, Ega udah gak ada, kita ke sini mau nyampaiin pesan dari Ega buat Lo" kata Conny
"Gak mungkin, Ega gak mungkin pergi ninggaLin gue Con, gak mungkin" kata Lia sambiL menangis

      Sementara aku tak sanggup berkata-ata Lagi, ku hanya bisa menangis. Ku dapat merasakan kepedihan yang dirasakan Lia. Ray memeLukku. Sementara Conny menenangkan Lia.

"Li, kita ke sini mau menyampaikan pesan dari kakak untuk kamu, kita gak ada maksud Lain" kataku sambiL terisak
"Iya Li, sekarang kamu tenangin diri kamu duLu." kata Conny

       Conny dan Ray menuntun Lia masuk ke kamar untuk menenangkan diri. Aku mengikuti mereka. Ku bantu Conny dan Ray membaringkan Lia ke tempat tidurnya. Lia masih terLihat shock, badannya Lemas, dingin, dan pucat. Ku ambiL air minum dari dapur, dan sepiring nasi yang tersedia di meja makan. Ku sodorkan pada Conny, ku minta Conny untuk menyuapi Lia, karena nampaknya Lia masih marah padaku.
      Lia tertidur seteLah makan, nampaknya dia muLai tenang. Aku, Conny, dan Ray tampaknya harus berdiam di sini sampai Lia terbangun. Aku khawatir dia akan histeris Lagi kaLau bangun dan ingat apa yang terjadi hari ini. Aku meLihat sekeLiLing kamar Lia. Begitu banyak foto dia bersama kakak yang terpasang di dinding dan meja kamarnya. Aku tersenyum sedih. Ku ambiL sebuah foto dan ku pandangi. Mereka terLihat serasi, sayang kakak harus pergi secepat ini.

"Lia uda tidur,sebaiknya kita keLuar, biar Conny yang menemaninya" kata Ray
"Oke" kataku sambiL menganggukan kepaLa

       Aku dan Ray menunggu di Luar. Udara di ruangan ini dingin karena AC yang menyaLa, tanpa terasa aku tertidur karena keLeLahan. Kami semua terLeLap karena LeLah. LeLah karena semua yang terjadi sampai hari ini.
       Tiba-tiba Conny membangunkanku dan Ray. Kami bangun dan meLihat sekeLiLing. Hari muLai geLap, nampaknya kami harus segera puLang sebeLum ada yang mencari kami.

"Lia mencari kaLian" kata Conny
Aku menoLeh pada Ray. Ray menganggukan kepaLa. Bertiga berjaLan menuju kamar Lia.
"Aku bermimpi bertemu Ega" kata Lia tiba-tiba
"Dia memintaku menjaga diri, dan dia memintaku menjagamu, adiknya" kata Lia sambiL menatapku. Tanpa sadar butiran air mata menetes di pipiku.
"Maaf, aku sudah membentakmu, aku menyaLahkanmu atas apa yang terjadi. Aku tidak bisa menerima semua ini. Menerima kenyataan bahwa Ega meninggaLkanku untuk seLamanya" katanya sambiL terisak.

       Spontan aku menghampirinya dan memeLuknya. Aku sangat mengerti yang dirasakan Lia. Bahkan aku sendiri sampai saat ini sebenarnya masih tidak bisa mempercayai kenyataan bahwa Kak Ega teLah meninggaLkan kami seLamanya.

"Gak apa Li, aku mengerti apa yang kamu rasakan. Maafin aku uga karena membawa kabar ini tiba-tiba" kataku.
"Iya. Aku ingin kamu mengabuLkan satu keinginanku, bisa?" pintanya
"Apa?"
"Bawa aku ke Kebumen. Ke tempat peristirahatan Ega yang terakhir" pintanya
"BaikLah, kami akan membawamu ke sana" kata Ray

      Aku menoLeh pada Ray, dia tersenyum dan mengangguk. Aku tersenyum. Aku menoLeh pada Lia dan tersenyum padanya. Dia memeLukku.
     Kami berangkat ke Kebumen esok harinya. KaLi ini bersama Lia dan Conny. Kami terbang ke jogja dan seLanjutnya menuju ke Kebumen. Hampir satu hari perjaLanan, sampaiLah kami di rumah budhe.

"Ini rumah Ray, kita beristirahat di sini sebentar, seteLah itu baru kita menuju makam" kataku
"KaLian minum dan makan ini duLu, biar ada tenaga" kata budhe sambiL menaruh beberapa geLas air minum dan sepiring kue
"terimakasih bu" kata Lia

       Puas beristirahat, berempat menuju ke makam kak Ega. Dengan naik mobiL yang di kendarai Ray, kami menuju ke sana. Ku bawa sekeranjang keciL bunga untuk di taburkan ke makam kakak. Ku genggam tangan Lia dan ku tersenyum, mencoba menguatkannya dan menguatkan diriku sendiri. Dia menoLeh dan tersenyum. Tak Lama kemudian, sampaiLah kami ke makam kakak. Sampai di tempat Lia bersimpuh dan menangis. Untuk kesekian kaLinya air mataku mengaLir. KupeLuk Lia, mencoba menenangkannya. Ku sodorkan keranjang berisi bunga. Dia mengambiL dan menaburkannya.
     Aku berdiri dan mendekati Ray yang berdiri tak jauh dari situ. Ray merangkuLku dan tersenyum. Ku menoLeh ke arah sudut dekat nisan kakak. Ku menangkap sesosok bayangan putih di sana. Ku mengerjapkan mataku. Sesosok LeLaki berdiri dengan baju putih yang bersinar, wajahnya berseri-seri menatap Lia. Ku pastikan pandanganku. Ku terkejut.

Itu kakak, ya tak saLah Lagi itu sosok kakak.
Pandanganku tak Lepas darinya. Kakak hadir! Kakak di sini! ingin rasanya ku bereriak, namun muLutku terkunci. Tiba-tiba sosok itu menoLeh padaku dan tersenyum. MenghiLang, sosok itu menghiLang seteLah dia tersenyum padaku.

"Kakak" kataku sambiL tersenyum, hanya kata itu yang mampu kuucapkan
"Nin, kamu kenapa? Nin?" kata Ray sambiL mengguncang bahuku
Aku tersadar
"Hah? Oh iya, aku gak apa kok, cuma tadi meLamun" kataku

       Lia dan Conny menghampiriku. Dia memeLukku dan tersenyum. Matanya mengatakan terimakasih namun bibirnya tak mampu mengucapkan. Aku tersenyum dan mengangguk. Ray mengajak kami puLang. Kami berempat berjaLan menuju parkiran. Aku menoLeh ke arah makam kakak.

SeLamat jaLan kakak, beristirahat yang tenang. Kakak seLaLu ada di hati kami semua.
SeLamat jaLan kak Ega, batinku.

17 Juli 2012

Sepucuk Surat Untuk LIA -Part 4-

        Aku tersenyum terharu membaca surat itu. Kepedihan yang kurasa pasti tak sebanding dengan kepedihan kakak karena harus meninggaLkan perempuan yang sangat dicintainya. DaLam surat itu aku rasakan begitu besarnya cinta kakak kepada Lia. Kakak, Nina janji surat ini akan sampai ke tangan Lia apapun resikonya, batinku.
       Suasana di makam begitu piLu, yang terdengar hanya suara isak tangis dari keLuarga, saudara dan teman-teman kakak. Air mataku mengaLir namun kucoba tegar. Ray berdiri di sampingku mencoba menguatkanku. Aku tersenyum menatapnya.
      Hubunganku dengan keLuarga kak Ega gak hanya sampai sini, maLah mereka menganggapku sebagai bagian dari keLuarga mereka. Aku senang mendapatkan keLuarga yg baru di sini.

"Nina" panggiL ibu Kak Ega yang kini kupanggiL Mama
"Ada apa Ma?"
"Ini aLamat Lia yang kamu minta kemarin. Kamu yakin mau ke sana? Itu jauh, dia di Jakarta" kata Mama sambiL menyerahkan sepucuk kertas berisi aLamat
"Nina yakin Ma, Nina udah janji sama aLmarhum kak Ega" kataku sambiL tersenyum
"Baik kaLau keputusan kamu udah buLat, mama di sini cuma bisa berdoa, semoga kamu bisa memenuhi janjimu dan Ega tenang di sana"kata Mama sambiL tersenyum
"Makasih Ma" kataku sambiL memeLuk Mama

      Kuputuskan besok berangkat ke Jakarta. Dengan di temani Ray karena kak Theo ada panggiLan kerja di Semarang jadi dia gak bisa menemaniku. Berdua dengan Ray akan menuju Jakarta. Malam ini kami berangkat ke Jogja untuk seLanjutnya naik pesawat menuju Jakarta.

Jakarta, 10 JuLi 2012

      Akhirnya aku dan Ray menginjakkan kaki di jakarta. Di bandara sepupuku teLah menyambutku dengan hangat. Memang sebeLum ini aku teLah memberitahukan kepada mereka maksudku, untung aja mereka bersedia menemaniku karena jujur saja aku gak tau soaL jakarta. Kuputuskan hari ini Langsung mencari aLamat Lia itu, yang bikin repot aLamat yang tertuLis gak begitu jeLas karena tuLisan nomor rumahnya udah sobek. SeLain itu juga Letak rumahnya jauh dari rumah sepupuku.
     Hampir satu jam perjaLanan untuk mencapai aLamat yang di maksud. Aku, Ray dan Conny turun dan mencarirumah Lia. KompLeksnya cukup besar. Aku bingung harus muLai dari mana. Akhirnya kami putuskan untuk berpencar. Ray ke sebeLah kanan, Conny sebeLah kiri, dan aku dapat bagian yang ada di depanku saat ini.
Satu rumah...
dua rumah...
tiga rumah...
Hampir tujuh rumah sudah kukunjungi, tapi nihiL, hampir putus asa ku mencari. Ku ambiL handphone dan ku coba menghubungi Ray dan Conny.

"Ray, gimana?" tanyaku
"deLapan rumah udah aku kunjungi tapi nihiL" katanya
"Aku juga, udah tujuh rumah, tapi nihiL, terus gimana dong?" kataku Lemas
"kita cari Lagi pasti ketemu, sabar yaa" jawab Ray
"Oke deh, kabari aku Lagi nanti" kataku
"Pasti" jawabnya

 Kututup teLepon dan kini kucoba menghubungi Conny...

"Con, gimana?" tanyaku
"sepuLuh rumah, nihiL" katanya
"yah, gimana dong?" tanyaku
"Lo yakin rumah dia di daerah sini?" tanyanya
"Yakin, kn udah tertuLis di aLamatnya, kenapa ?" tanyaku
"Gue takut kaLau dia pindah rumah" katanya
Aku terdiam mendengar kekhawatiran Conny, karena aku juga khawatir.
"Ya udah deh, gue coba cari Lagi, Lo sabar yaa" katanya
"Thanks ya Con" jawabku smbiL tersenyum

Ku duduk di sebuah kursi taman di dekat situ, mencoba beristirahat sejenak. Ku Lihat seorang anak keciL menghampiriku.

"Kakak cari Kak Lia?"
"Iya, adik tahu?" tanyaku cepat
"Kak Lia udah pindah" katanya
Aku Lemas ketika mendengarnya. Benar dugaan Conny. Aku mengheLa napas.
"Adik tau kak Lia pindah ke mana?" tanyaku berharap berhasiL
"Gak tau"
Semakin Lemas aku mendengarnya. Ku merasa aku tidak akan bisa memenuhi keinginan kak Ega.

"Tapi aku tau di mana kak Lia kuLiah, kakak coba cari di sana" kata adik keciL itu bagai angin segar
"Di mana?" tanyaku semangat
"Kampus Kijang" jawab anak itu
"Kampus Kijang? di mana itu?" tanyaku heran
"Gak tau, tapi kak Lia sering cerita tentang kampusnya. Kampus Kijang katanya. Udah ya kak, aku di panggiL mama. Dadaah" kata anak keciL itu Langsung berLari menghampiri ibunya. 

14 Juli 2012

Sepucuk Surat Untuk LIA -Part 3-

    Surat itu ia berikan padaku. Aku menatap kak Ega dengan wajah bingung. Kak Ega hanya tersenyum. Ku baLik ampLop itu, di situ tertuLis Untuk LIA. Aku kembaLi menatapnya heran.

"Lia itu siapa kak? pacar kakak?" tanyaku
"dia orang yang paLing penting di hidup kakak, karena dia kakak bisa merasakan indahnya hidup, karena dia hidup kakak yang singkat ini jadi indah" jawabnya terbata-bata
"Aku mengerti, dia pasti berarti banget buat kakak" kataku sambiL tersenyum namun air mataku tak berhenti mengaLir
"toLong berikan surat ini padanya. Ini permintaanku yang terakhir" katanya
"ssstt kakak pasti sembuh, kakak gak boLeh ngomong gitu" jawabku
"Kakak mohon dik, satu kaLi ini saja" pintanya
"baikLah, tp aku gak tau siapa Lia dan dimana dia" jawabku
"nanti bunda kasih tau kamu, asaL kamu berjanji duLu akan mnyampaikan surat itu" pinta kak Ega
"Iya kak, Nina janji" kataku sambiL tersenyum

     Kak Ega membaLas senyumku dan menggenggam tanganku. Entah mengapa rasanya aku tak ingin kehiLangan dia. Dia ku anggap seperti kakak bagiku meskipun kami baru kenaL. Air mataku mengaLir di tengah senyumanku.

Tiba-tiba....

"Susteeerr... susteeerr... toLoong" teriakku panik sambiL memencet beL.

Ray berhambur keLuar mencari pertoLongan. Ibu kak Ega masuk dan menangis sambiL memegang tangan kak Ega. Aku panik meLihat kak Ega kejang-kejang, napasnya tersengaL-sengaL, wajahnya semakin pucat, badannya dingin seperti es. Aku takut, aku beLum siap kehiLangan kakak. Ray datang bersama dokter dan perawat.

"Kak, kakak kuat kak, kakak harus sembuh kak" kataku sambiL menangis
"Ga, kamu harus kuat Ga, buat keLuargamu, buat Lia, kamu harus sembuh Ga" kata Ray

Piiiipp piiipp piipp
monitor menunjukkan garis Luruuss

"Gaaaakk, kak Ega bangun kaakk, kak Ega gak boLeh pergii. Kakaaakkk !!!" jeritku
"Ega, kamu bangun nak, jangan tinggaLin mama nak" jerit ibu kak Ega

Dokter mengambiL aLat pacu jantung dan mencoba memacu jantung kak Ega.
Satu kaLi . .
Dua kaLi . .
Tiga kaLi . .
dokter menaruh aLat pacu jantung dan menggeLeng perLahan. Gak mungkin, ini gak mungkin, kak Ega masih bisa seLamat, pikirku. Dokter menarik seLimut dan menutup wajah kak Ega.

"Gaakk ! Kak Ega gak boLe pergii !!! Kak Ega gak boLeh tinggaLin Nina, kakaak bangun kak, kakaak banguunn !!!" jeritku sambiL mngguncang-guncang badan kakEga. Sia-sia.

Ray menarikku dan memeLukku dari beLakang. Tanganku masih menggenggam tangan kak Ega.

"Gak, gak mungkin. Kak Ega gak mungkin ninggaLin kita Ray. Gak mungkiinn, Kakaakk . ."

Mataku buram, makin Lama makin geLap dan aku terjatuh. Pingsan.
Ray menahan tubuhku agar tidak terjatuh. Ray menggendongku dan menaruhku di sofa. Ibu kak Ega masih menangis di samping jasad kak Ega, begitu juga keLuarganya. Tanganku masih menggenggam surat yang di berikan kak Ega.

      Aku membuka mataku. Ku Lihat sekeLiLingku. Hamparan padang rumput yang hijau, Luas sekaLi. Di mana aku? pikirku

"Nina" panggiL seseorang. Aku menoLeh
"Kak Ega? Kakaak" jeritku sambiL berLari menghampiri sosok itu

Kak Ega memeLukku. Dia terLihat tampan. Bajunya bersih putih. Aku tersenyum.

"Kakak ayo puLang" kataku
"Kakak gak bisa puLang" katanya sambiL tersenyum
"Di siniLah tempat kakak sekarang. Kakak ke sini mau minta toLong kamu" katanya
"minta toLong apa kak ?" tanyaku heran
"Kakak minta kamu jaga diri baik-baik. ToLong jagain keLuarga kakak. Jangan Lupa sampaikan surat dari kakak untuk Lia" katanya sambiL tersenyum
"pasti kak, Nina janji." kataku sambiL tersenyum
"Kakak harus pergi, waktu kakak gak banyak. Kamu jaga diri baik-baik."

      SeteLah mengatakan itu makin Lama kak Ega makin menjauh LaLu dia menghiLang di baLik cahaya yang sangat terang.

"Kakaakk !" jeritku LaLu aku terbangun.
Ku menoLeh ke ranjang rumah sakit. Kakak masih di situ. Ku berjaLan menghampirinya. Ray mencegahku. Ku tersenyum. Ray membiarkanku pergi namun tetap mengawasiku
Ku berdiri di samping jasad kak Ega. Ku genggam tangannya yang teLah memutih dan dingin.

"Nina janji, Nina akan berusaha meLakukan apa yang kakak minta. Nina janji akan memenuhi semua keinginan kakak" kataku

Ray mengahmpiriku dan memeLukku, aku menangis di daLam peLukannya.
Ku ingat surat yang tadi ku bawa, ku Lihat dengan seksama. Gak di Lem ataupun di beri perekat.
Ku ambiL sepucuk kertas dari daLam ampLop, ku buka dan ku baca.
Spontan air mataku mengaLir

Untuk yang tersayang Lia,


Terima kasih untuk bunga cinta yang teLah kau tanam
Terima kasih untuk mentari yang indah
Terima kasih untuk tawa dan canda
Terima kasih karena kau teLah memperLihatkan dunia yang sempurna di mata indahmu
Terima kasih untuk kehangatan cinta yang kau beri


Karnamu duniaku menjadi indah
Karnamu duniaku sempurna
Karnamu ku dapat kembaLi tersenyum di sisa hidupku
Berjuta kata terima kasih tak sebanding dengan semua yang teLah kau beri untukku


Maaf atas Luka yang ku gores
Maaf karena ku Lemah
Maaf karena ku ingkar janji
Maaf ku tak dapat Lagi berada di sisimu
Maaf atas penderitaan yang kau terima karenaku


Mungkin saat kau baca surat ini, ku tak dapat Lagi meLihatmu
Jaga dirimu baik-baik
Ku pergi namun ku akan tetap hidup di hatimu


Terima kasih untuk segaLanya
SeLamat tinggaL


Untuk yang ku cinta  Lia


                                Ega

Sepucuk Surat Untuk LIA -Part 2-

-Lanjutan Part 1-

"tapi kak Ega masi sakit gini, bahaya kaLo naik motor" kataku
"Gini aja, motor Ega biar aku yg bawa, Ega naik mobiL sama kamu, nih kuncinya" kata Ray sambiL menyerahkan kunci mobiL
"oke deeh, yuk kak" kataku sambiL refLek menggandeng tangan kak Ega

Ega hanya tersenyum dan tidak protes ketika aku menggandeng tangannya. Kami bertiga berjaLan menuju parkiran. Ray mengendarai motor miLik Ega sedangkan aku yang menyetir mobiL Ray. Kak Ega duduk d kursi depan d sampingku.
Aku menyetir dengan Kak Ega sbagai navigator, kuLihat Ray tepat d beLakang kami. Tak sampai 15 menit sampaiLah kami d rumah kak Ega.

"maaf rumah aku keciL" katanya maLu-maLu
"bagus kok, rapi dan nyaman" kataku sambiL tersenyum
"siLahkan masuk, tapi maaf hanya begini saja" katanya
"kak, kami masih ada acara, maaf kami gak bisa Lama-Lama d sini" kataku
"Oh begitu, ya sudah gak apa-apa. terima kasih udah d anterin, kaLian baik sekaLi" jawabnya
"Kami puLang duLu ya Ga" kata Ray
Ega mengangguk sambiL tersenyum dan meLambaikan tangan

    Aku dan Ray meLanjutkan perjaLanan puLang. LeLah rasanya seharian ini bepergian. Aku Langsung menuju kamar yang teLah disiapkan budhe untukku sesampainya di rumah. Jam dinding menunjukkan pukuL 3 sore. Aku ingin beristirahat sejenak meLepas LeLah. Kuputuskan untk tidur.

PukuL 18.00 WIB

     Hari teLah muLai maLam, kak Theo membangunkanku dan menyuruhku bergegas mandi. SeLesainya mandi aku menuju ke ruang keLuarga untuk berkumpuL bersama.
In the heat of....summer sunshine... I miss you .... Like no body eLse in . . .
terdengar ringtone dari The Corrs d HPku. Ada teLepon masuk, tapi siapa ini? no tak dikenaL, pikirku. Ah, sudahLah angkat saja, putusku.

"HaLo, benar ini nonya Nina?" tanya suara wanita di teLepon
"Benar, maaf ini siapa? ada apa ya?" tanyaku
"Dek Nina, saya ibunya Ega, saya minta toLong Nina ke rumah sakit sekarang? Ega masuk ruma sakit, sekarang kritis..."
"Tapi tante kak Ega sakit apa tante?"
"Terima kasih..."
"Tante, kak Ega sakit apa? haLo tante... haLo ..." bip bip bip. sambungan terputus

    Aku panik, tp juga bingung. Kak Ega sakit apa? kok kritis, berarti tadi pagi dia emang sakit. Tapi kok tiba-tiba ibunya neLfon aku? Tau no ak dari mana? Duh, ke rumah sakit gak ya? pikirku bingung.

"Nin, kamu knapa? kok bingung banget ?" tanya Ray
"Ray, ibunya kak Ega teLfon, katanya kak Ega kritis di rumah sakit, ibunya minta aku ke sana, gimana dong ?" tanyaku
"Ya udah ayo berangkat" kata Ray

      Aku bergegas mengganti pakaianku dan mengambiL tas. Bersama Ray meLuncur menuju rumah sakit. Aku geLisah, perasaanku gak enak. Ada apa ini? batinku. Ray menyentuh tanganku, ku menoLeh ke arahnya, dia tersenyum untuk menenangkanku. Aku beruntung punya sepupu sepertinya. Siapapun perempuan yang bersamanya dia beruntung. Aku membaLas senyumnya.
     Sesampainya di rumah sakit, aku bersama Ray bergegas masuk dan menuju informasi untuk menanyakan di mana kamar kak Ega. BeLum sempat kami bertanya, seorang ibu menghampiri kami.

"Nina ?" tanya ibu itu
"Benar tante, tante ibunya kak Ega?" tanyaku

     Ibu itu hanya mengangguk LaLu meminta kami mengikutinya. Ruang aster ku Lihat papan nama di depan pintu kamar itu. Ibu itu mempersiLakan kami masuk.
Aku menutup muLutku terkejut, tak terasa air mata menetes di pipiku kaLa aku memandang sosok itu. Sosok yang terbaring Lemah dengan seLang oksigen dan infus. Wajahnya pucat, matanya sayu menatapku. Senyum tersungging dari bibirnya kaLa meLihatku. Kak Ega. Ray merangkuLku untuk menenangkanku dan menuntunku berjaLan mendekati kak Ega. Ku duduk di samping kak Ega, tersenyum namun air mataku tak berhenti mengaLir.

"Adik kenapa nangis? kakak gak apa-apa" katanya sambiL mengusap air mataku
"Kakak sakit apa? kenapa gak biLang?" tanyaku
"Kakak gak mau bikin orang Lain sedih, hidup kakak gak akan Lama Lagi, kakak cuma ingin orang yang kakak sayang bahagia" katanya terbata-bata
"sssttt, kakak gak boLeh ngomong gitu, kakak pasti sembuh" sergahku

      Kak Ega hanya tersenyum mendengar apa yang aku katakan. Tangannya kemudian meraba Lemari untuk mengambiL sesuatu, sepucuk surat.

-----to be continue-----

12 Juli 2012

Sepucuk Surat Untuk LIA -Part 1-

       Mentari muLai menampakkan senyumnya ketika pagi datang, kubuka jendeLa kamar agar indahnya pagi dapat kuLihat dan sejuknya udara dapat kurasakan. Kunikmati indahnya pagi di kota Semarang yang panas.

"dek, temenin kakak k Kebumen yuuk" ajak kak Theo
"ngapain kak ke Kebumen?" tanyaku
"Loh, kamu gak tau budhe pindah ke Kebumen, kita nengok ke sana, Bunda yang minta" kata kak Theo
"oiya aku Lupa, kemarin Bunda uda biLang hehehe, berarti Ray juga di sana sekarang?"
"Iya, Ray sekarang di Kebumen." kata kak Theo
"Oke deh, aku mau siap-siap duLu kak" kataku

Kak Theo tersenyum LaLu keLuar dari kamar. Ku bergegas bersiap-siap, memasukkan baju ke koper keciL yg ku simpan di atas Lemari. Mandi, dan berganti baju. SeLesai semuanya ku keLuar dari kamar sembari menenteng koper menuju meja makan. Bunda menyiapkan roti isi cokLat untuk ku makan.

"udah siap?" tanya kak Theo
"udah kak, ayo berangkat." kataku
"Yuukk, biar gak kemaLeman nyampenya"

Ku bergegas pamit pada Ayah dan Bunda, menuju garasi. Yah, kali ini aku hanya bisa pergi dengan kak Theo karena Ayah, Bunda, dan Kak Dimas harus bekerja.
      Aku tertidur di daLam mobiL, hingga ku bangun ternyata mobiL sudah sampai di depan rumah budhe. Ku menoLeh ke arah kak Theo sambiL tersenyum Lebar dan mengacungkan dua jariku. Kak Theo hanya tertawa sambiL menggeLengkan kepaLa.
Budhe menyambut kami dengan hangat, rumahnya sederhana tapi sejuk dan rapi, rasanya nyaman berada di sini.

"Hai!" sapa seseorang.
"Raayy ! apa kabar? aku kangen ma kamu nih" jawabku sambiL memeLuk sepupuku itu
"Baik dong, haha , iya aku juga kangen ama kaLian, berdua doang nih?" tanyanya
"yuupp , biasa yang Lain kerja, cuma kita yang free." jawab kak Theo.
"Nin, temenin ke GaLaxy yuuk , mau cari boneka buat Icha" ajak Ray
"cieeciee, duuh yang Langgeng ma Icha , haha , okee deeh" jawabku sambiL sedikit menggoda Ray.

    Ray mengeLuarkan sedan mungiLnya, dan kita meLuncur ke GaLaxy MaLL, sebuah swaLayan yang terbesar di Kebumen. Tak terLaLu jauh ternyata dari rumah budhe.
Aku dan Ray Langsung menuju ke Lantai 3 tempat di mana souvenir, boneka di pajang di situ. Ray sibuk memiLih boneka sambiL sesekaLi bertanya padaku mana yang cocok untuk di berikan kpd Icha, aku hanya memandangnya sambiL sesekaLi tersenyum geLi meLihatnya sibuk memiLih boneka. Spontan ku ambiL boneka berbentuk kucing yang Lucu, ku berikan kpd Ray. Seingatku Ray pernah cerita kaLo Icha suka banget kucing.

"gimana kaLo ini? Icha suka banget kucing kan?" tanyaku
"bagus, pinter juga kamu miLihnya" jawab Ray smbiL mencubit pipiku
"hiisshh, apaan siihh? Lebay deh" kataku smbiL cemberut
"mendingan sekarang buruan deh dibayar, aku Laper tauu" kataku Lagi
"ngomong aja ayo makan, gitu aja susah, dasar gendut" katanya sambiL menuju ke kasir
"yee, biariin siriik" kataku sambiL mengikutinya

    Aku berjaLan di beLakang Ray menuju kasir, tiba-tiba pandanganku tertuju pada LeLaki yang sedang memiLih baju, tp bukan itu yg jadi perhatianku saat ini tp wajah cowok itu pucat, sepertinya dia sakit tp dia menahan rasa sakit itu. Refleks kakiku berjaLan menghampiri cowok itu. SeteLah sebeLumnya ku berbisik pada Ray supaya menungguku d food court. Ray pun mengangguk.

"mas, mas gak apa ? mas kenapa kok pucet banget?" tanyaku sambiL menyentuh pundak cowok itu
"Gak apa mbak, saya baik-baik saja" jawabnya sambiL tersenyum
"mas gak usah bohong sama saya, mas ini pucet banget, gak mungkin baik-baik aja, mas udah makan?" jawabku
"saya beLum makan mbak, tp bukan karna itu kok" jawabnya
"ya udah sekarang mas ikut saya aja" kataku sambiL meraih tangan cowok itu
"mau kemana mbak? udah mbak gak usah, terima kasih" katanya sambiL tersenyum
"mas gak boLeh noLak" kataku sambiL tersenyum

aku berjaLan menuju food court bersama cowok itu. Ku Lihat Ray teLah menungguku dengan sepiring french fries di meja. Ku minta cowok itu makan bersamaku dan Ray. Dia pun makan dengan sungkan. Aku dan Ray tersenyum.

     Sehabis makan ku Lihat wajah cowok itu tak sepucat tadi, ku merasa Lega dan senang. Ku menuju kasir untuk membayar pesanan kami dan kembaLi ke meja kami.

"terima kasih ya uda di temenin makan, aku Ega" katanya sambiL terseyum
"Aku Nina, dan ini sepupu aku Ray" kataku
"Kak Ega rumahnya dimana?"
"aku d Puri, aku bawa motor kok"

-----to be continue-----

23 Juni 2012

Tuhan , toLong . .

Aku tahu kapan aku terLahir di dunia
Namun ku tak tahu kapan aku mati
Aku tahu kapan aku harus berjuang
Tapi aku tak tahu kapan ku harus berhenti berjuang
Namun kini ku merasa
IniLah detik-detik ku harus hentikan Langkahku
Ku tak sanggup Lagi memikuL ini
MemikuL derita seLama aku hidup
Ku ingin berhenti meLangkah
Sakit ini tak tertahankan
Tuhan, jika kau ijinkan
AmbiLLah jiwaku
Ku tak sanggup Tuhan, ku tak sanggup
Tuhan toLong aku . .

by : Anonym

21 Juni 2012

Cinta Kepentok Admin >.<" - Part 3 -

hoLaa haLoo , kita jumpa Lagii
seteLah kemaren seLingan , Miss Pink bakaL ngLanjutin Lagi cerita yg tertundaa
yang baca ini WAJIB BACA Part 1 dan Part 2 duLu !
INGET ! cerita ini hanya fiktif beLaka apabiLa ada kesamaan Miss Pink mohon maaf
"ke mana ajaa Miss ? d tungguin juga"
"baru puLang dari khayangan"
"ngapain ?"
"cari wangsit ! berisik ! diem Lo kacruut !" *tabok*

Tokoh baru :
Septian : temen Dheeta dr keciL

eehhm eehhmm . .

singkat cerita Dheeta nerima Putra sebagai pacarnya *ciee *makanmakan *makanbeLing
hubungan mereka berjaLan normaL , sejak pacaran pun Dheeta jarang bbm atau ngobroL ma cowok Laen , dia ngejaga banget perasaan Putra , padahaL kaLo mau nih Dheeta bisa aja nyepik sana sini kn mereka LDRan
tp ya itu emank dasar Dheetanya anak baik jadi dia gak mau ngeLakuin itu
sampai pada peristiwa yg bikin mereka diem"an , Dheeta sendiri jujur gak tau knp tiba" Putra ngediemin dia , Dheeta bingung harus ngapain , Putra d tanya juga jawabnya sepotong-sepotong dan gak mau ngejeLasin apa sebetuLnya saLa Dheeta , gak tau mesti ngapain Dheeta minta maaf atas apa yg dia Lakuin , tp tetep gak ngerubah suasana
petang tiba gaLau meLanda itu yg dirasakan Dheeta , daLam diam dia muLai sadar bahwa dia benar-benar menyayangi Putra , tp dia gak tau harus ngapain
akhirnya Dheeta pun curhat pd temennya dari dia keciL duLu namanya Septian , dia menceritakan semuanya k Tian , Tian bLng kLo cow itu pingin dingertiin ceweknya mskipun dia gak biLang , cow gak kayak cewek yg bisa bLak-bLakan ngungkapin semua , cow itu compLicated gak kayak cew yg gampang di tebak maunya apa. < sengaja gue boLd biar pada baca
Dheeta cuma bisa diam d biLangi kayak gitu , akhirnya sesuai saran Tian dia merenungi duLu apa yang sebenarnya terjadi , apa penyebabnya , Tian juga nyaranin kLo Dheeta biarin Putra berpikir , merenung . Dheeta ngLakuin apa yg d saranin ama Tian , dia cuma ngucapin seLamat pagi aj seperti biasa. Tapi tetep gak bisa di pungkiri bahwa Dheeta menyimpan perasaan rindu , dia juga sayang ama si Putra , tp entah Putranya bagaimana Dheeta sendiri gak ngerti.
yang Dheeta Lakuin cuma bisa menunggu dan menunggu sempet terLintas d pikirannya cewek reLa ngerendahin diri buat minta maaf dan ngLakuin apapun utk org yg di sayanginya , tp apa cowok reLa ngLepas gengsinya semenit aja utk ceweknya? > sengaja gue boLd jg biar pada baca
petanyaan itu dia pendam daLam hati , dia juga gak cerita ama Tian . Dheeta berharap pertanyaan itu dapat terjawab suatu hari nanti

"Ada yg mau ngebantuin gue ? gue butuh pencerahan"
from : Dheeta


yang mau bantu siLakan comment , Miss Pink tunggu jwban kaLian ^o^

hoaaaaamm Miss Pink ngantuk banget , ceritanya Lanjut besok ajaa yaa
Miss Pink bobo duyuuu
dadaahh bubyee *cipok*

esoknya . .

*bidadari turun dari khayangan*
*merajaLeLa di dunia maya*

Prakteknya ko pada visit doank yaa ? comment donk -_______-"
gak boyee peLit comment , tar seret Loh , jombLo kyk temen Miss Pinkk tuuhh tuhh *nunjuk monyet* *uuppppss *kabooorrr

yang comment dpt cipok khusus dari bidadari cantik Miss Pink hihi :p

kesannya ngemis comment bgt yaa , sbnrnya sih gak gitugitu jugaa , cm berhubung Miss Pink jg cew jd Miss Pink jg pngn tau apa jawaban kaLian

18 Juni 2012

Aku Tak Butuh Itu Tapi Ini

Aku sayang kamu
Aku cinta kamu
Aku percaya kamu
Aku tuLus sayang kamu
Aku reLa berkorban untukmu
Aku akan seLaLu setia
Semua kata-kata manis itu
Kau pikir aku butuh ?
Tidak, aku tidak butuh semua itu
Aku tidak butuh hanya manis di bibir
Namun kosong
Aku hanya butuh bukti bukan sekedar kata-kata
Aku tidak perLu mengucapkan semua itu juga padamu
Karena aku hanya ingin membuktikan
SetuLus dan sebesar apakah cintaku
Buat apa kau umbar namun semua itu hampa
Semua itu akan percuma
Tiada guna
Aku tidak butuh itu
Tapi ini
Bukti

by : Miss Pink

17 Juni 2012

SeLamat MaLam Sahabat



Di sini di tempat yang sunyi ini aku
sendiri,
kesepian tanpa ada kamu di
sampingku,
aku hanya bisa termenung
di bawah sinar bulan dan bintang,
ketika mata ini mulai terpejam
ku ingin titipkan salam rindu
melalui bulan dan bintang di langit,
tak lupa ku ingin ucapkan selamat
malam untukmu sahabat ku
semoga kita bisa berjumpa
di alam mimpi kita yang indah
bersama bulan dan bintang,
Selamat Malam teman
Aku tunggu kamu di mimpiku
by : Candra

seLamat tinggaL Bintang

ku ingin bertahan namun ku LeLah
ku ingin berdiam namun hati ini berontak
ku mencoba bertahan
ku coba pahami
ku ingin diam namun hati ini menjerit
tak sanggup ku tak sanggup Lagi
terLaLu daLam kau goreskan beLati
cinta yang membuatku bertahan seLama ini
namun sekarang aku benar LeLah
sakitnya sakitnya tak tertahankan
ingin menjerit namun ku tak sanggup
ingin menangis namun air mata ini teLah kering
ingin marah namun bibir ini serasa terkunci
hancur hancur hatiku hancur
retak hatiku retak
teLah hancur berserakan
ku tak sanggup menata kembaLi
maaf ku harus pergi ku tak sanggup Lagi
seLamat tinggaL Bintang
terima kasih untuk segaLa yang teLah kau berikan
aku pergi dan tak akan kembaLi

by : Miss Pink

16 Juni 2012

Cinta Kepentok Admin >.<" - Part 2 -

okeeyh kita jumpa Lagi
seperti janji Miss Pink kemaren, Miss Pink akan ngLanjutin cerita pendreekks yang tertunda kemaren
INGET ! cerita ini hanya fiktif beLaka apabiLa ada kesamaan Miss Pink mohon maaf
"sampe mana kita kemaren?" *cLingakcLinguk*
"sampe buatin bLog Miiiisss !"
"okyeeehh dweehh, Lanjyuuuutt !" *benerinrok
eehhm ehm . .


yaa gitu deehh, Dheeta bantuin AdLy ngurus accnya, mereka jg curhat"an sampe curhat ke masaLa pribadi. PadahaL baru kenaL 1 buLan tp mereka uda deket banget. Yang Dheeta tau si AdLy orangnya pendiam , gak terLaLu banyak omong , jayuuss , tp romantis *ceiLeehh
buktinyaa AdLy sent puisi dan kata" romantisnya via BBM ke Dheeta. Saking banyaknya akhirnya Dheeta bikin bLog dan merangkum semuanya di bLognya. Banyak yang gak ngira cowok sedingin AdLy ini bisa romantis juga dan Dheeta yg mengetahui pertama kaLii *cieehhciieeehh *uhuk
AdLy yang tujuannya bikin twitter gaLau buat ngLupain mantannya tdk bisa mnyadari bahwa teLah tumbuh benih-benih asamara d antara mereka berdua "ASMARA Miss ! | ah iya asmara" *garukgarukkaki
entah dia bego ato emank masi buta ketutup ama si EX > sumpriitt dah emank benerbener EXshit ! AdLy bLm bisa menyadari perasaannya, padahaL Dheeta udah tp dia menunggu AdLy untuk menyadari dan menyatakan perasaannya *cieehh *uhuk *keseLeksapi
Dheeta masi asik mantengin temLennya sampe dia Liat ada akun konyoL yang pubLish pin BB teman"nya , emank dasar temennya si Dheeta jaiL , dia rebut deh tuh BBnya dan diinvite semua pin yang tercantum , aLhasiL Dheeta ngamukngamuk *macannyakeLuar nah Keysha temennya dgn enteng jawab "biar Lo gak terus"an kebayang mantan Lo yang brengsek itu" dan Dheeta pun cuma bisa diam. Dia check ni BBMnya dan muncuLah 3 nama tak dikenaL nongoL di List friends BBMnya *sigh. 3 contact baru itu d biarin gitu ajaa gak di apa-apain
pas Lagi asikasiknya mensyen-mensyenan tibatiba DUAARR !!! "eh copot Lepas copot eh kodok moncrot-moncrot" *trnyataLatah  sambiL ngedumeL gak jeLas Dheeta buka BBMnya n muncuL nama yg kmrn d invite Keysha.
singkat ceritaa trnyata tuh anak namanya Putra dan dia admin juga, mereka ngobroL panjang Lebar , curcoL , dan ya gitu deh akhirnya mereka akrab.
hiisshh emank dasar anak jaman sekarang beLum apa-apa uda sayang-sayangan, cowonya juga hobi banget modusin hihi *ketawakeciL
Dheeta terLibat daLam cinta segitiga antara dirinya , AdLy dan Putra
jadi kirakira gini nih bagannya "Lagak Lo Miss pake bagan segaLa | berisik kacruutt , sukasuka gue donk" *tabok

AdLy  --------------- Dheeta ----------------- Putra

Dheeta smpe pusing sendiri ama hatinya, dia masi setia nungguin AdLy yang ternyata masi di butain sama mantannya, Dheeta cuma bisa bersabar mpe dia LeLah *cieeehh *uhuk *keseLekbabi
sampe akhirnya si Putra nembak Dheeta "mati donk Miss ? | Lo aja yg mati kagak usah ngajakngajak yee" kirakira gini nih percakapannya :

*BBM
Dheeta : masa iya aku di kira pacaran sama si Vano, padahaL dia sepupu akuu -____-"
Putra    : hahaha
               kaLo jadi pacar aku gimana ?
Dheeta : kamu nembak aku ?
Putra    : Iya, tp kaLo itu kamu mau kaLo gak yauda gak apa
               gimana ?
Dheeta : eehhm eehhmm
               gimana yaa ?

"trus gimana Miss ? di terima gak ?"
"mau tau ajaa apa mau tau bangeett ? " -______-"

okyeehh dweeehh yang penasaraan, yang mau tau bangeett tunggu cerita seLanjutnya yaakk
Miss Pink mao makan duLuu , Lapeerr

Si yu tu de neks post yaaapp
Dadaahh bubyeee *cipok*

15 Juni 2012

Cinta Kepentok Admin >.<" - Part 1 -

hoLaaa !!! ngutip istiLah temen Miss Pink nih kita jumpret again ^o^
"otoongg, ngutip yee" :p
biasanya nih Miss Pink nampiLin puisi-pusi yg gaLau-gaLau , kaLi ini Miss Pink mau nyoba ngasih sesuatu yg berbeda . .
yuupp, cerpen aLias cerita pendreeekss . .
Cerpen ini hanya FIKTIF beLaka apabiLa ada kesamaan Miss Pink mohon maaf
"JuduLnya apa Miss ?"
"Noh, Liat ndiri di atas, kagak bisa ngLiat ?"
-____________-"

tokoh :
Dheeta : cewek (yaiyaLah cewe Lo kira banci | berisik Lo kacruutt! >.<")
AdLy : Admin X
Putra : Admin Y
AmeL : temen si Dheeta
Deva : temen si Dheeta
Keysha : sohib Dheeta
Ade : temen si Putra
Vincent : temen si Putra
"Lah temen si AdLy mana Miss ?"
"Kagak ngerti ! kagak ada temen kaLiii -________-" "

okee dweeehh , Langsung sajoLah yoo , begini ceritanyaa

tereett !!! toeett toeeeettt !!! jrengjrengjreng . . .

Dheeta yg baru aja di seLingkuhin cowonya meLampiaskan kemarahannya pada twitter, pada ngerti twitter kagak nih? yang kagak ngerti kamseupay deehh *truss gue harus saLto getooh? | berisik Lu kacruutt*
Nah dia nih asaL ngefoLLow ajaa, pokoknya ada yang Luthu gituu Lngsung deh dia foLLow buat ngehibur hatinya yang Lagi gaLau istiLahnya nih yee segaLau-gaLaunya orang gaLau masih gaLauan dia yang cuma bisa nongkrongin twitter gegara d cheating ama EXnya << EXshit !
dari twitter jua dia dapet temen banyak banget contohnya kayak si AmeL ama Deva sampe akhirnya tukeran pin BB, mereka uda curhat-curhataan banyak banget, curcoL getoohh
naah pas asikasiknya mensyen-mensyenan di twitter tiba" CRIIINGG !
muncuL mensyen dari acc tak dikenaL cuma mo promo < The Kacruts Things In The WorLd !
penasaran akhirnya dia buka accnya karena nama accnya pun aneh binti ajaib < disamarkan !
entah si admin emank kurker entah mau promo diri ato emank kesepian dia cantumin pin BBnya di twitter. AwaLnya sih Dheeta gak peduLi, tp 3hr seteLah dia foLLow acc twitter ntuuhh dia penasaran juga, akhirnyaa *seLect* *copy* *open BBM* *invite to BBM* *paste* *invite* di invite juga noh pinnya si admin, seteLah beberapa menit tuh admin uda nongoL di BBMnya
yaaahh singkat cerita akhirnya mereka kenaLan n ngobroL panjang x Lebar x Luas *Lo pikir matematika ? | berisik Lo kacruut >.<* Adminnya trnyata bernama AdLy
emank dasar si Dheeta ntu anak baik, si AdLy akhirnya percaya sama Dheeta dan minta bantuan si Dheeta utk berbagai macam haL, Dheeta mah mau aja, dia seneng bisa ngebantuin temennya dari batuin promo, mpe bikinin bLog buat tuh acc

"Trus trus gimana Miss? si Putra tuh kapan mncuLnya? Si Ade tuh sapa? si Vincent sapa ? Trus.. truss.."
"Teruus teruss nabraakk ! berisik !" *tabok*

Terus Miss Pink Lanjut di post seLanjutnya yaahh , pegeL nih . .
Si yu tu de neks pos yaaaaakk !
Dadaahh bubyeee *cipok*

26 Mei 2012

Love Letter for The Star

It broke my heart, I'm depressed, I'm fragiLe
I struggled to take the pieces and putting it back aLone
SuddenLy a hand reached out and heLped me re-arrange the pieces
You present in my Life and my heart began to fiLL in the bLank
And you make my Life return coLored onLy with your smiLe
Thanks for everything that you give to me
I reaLize that my heart began to Love you when I see you at the first sight
I give aLL my heart for you
You are my star

by : Miss Pink

23 Mei 2012

Kunang-kunang

Ku termenung
Menatap hitammu wahai Langit
Saat ku memandangmu
Seberkas cahaya menerpa wajahku
Ku menatap takjub
Pada sekumpuLan hewan mungiL
Indah nan cantik berjubah cahaya
Kunang-kunang
Indah nian dirimu
Kau membuatku damai
Saat menatap indah dirimu
Kau membuatku tersadar
Kau begitu berarti bagi dunia
Si mungiL yang tercipta bukan tanpa makna
Tanpamu dunia keLam , hampa
Maukah kau mengabuLkan satu permohonanku ?
Satu permohonan keciL dari reLung hati terdaLam
Aku ingin kau menjaga separuh jiwaku
Yang kini aku tak tahu di mana rimbanya
ToLong aku, jagaLah dia
Karena aku tahu suatu saat nanti
Dia akan datang untuk menyatukan jiwa kami

by : Miss Pink

20 Mei 2012

Rumah Bagi Diriku

Maukah kau menjadi rumah bagiku ?
Rumah yang sLaLu menunggu, setia ketika ku pergi
Rumah yang sLaLu ada sebagai tempat suka dukaku
Rumah yang menjadi tempatku meLepas Letih dan memuLai hari baru
Rumah yang tak akan rapuh dan robo untuk tetap kuat menjagaku
Rumah yang indah , nyaman , dan damai
Rumah yang sLaLu membuatku rindu dan ingin kembaLi
Rumah yang sLaLu membuatku mengingat
Ada orang mencintai dan merinduku

by : Ciizcaa

15 Mei 2012

Bintang untuk Bintang

Gadis keciL bersimpuh
Menatap hampa pada sekumpuLan anak-anak
Yang berada di tengah kebahagiaan, bermain bersama
Hati gadis keciL itu sedih
Tak seorangpun ingin bermain dengannya
Tanpa terasa butiran air mata jatuh membasahi wajah manisnya
Sepi, sendiri, hampa ituLah yang dirasakannya
Tanpa ia sadari sebuah tangan teruLur pada gadis keciL itu
'Ayo ikutLah dan bermain denganku' kata seorang anak Laki-Laki
Gadis keciL itu dengan riang menyambut uLuran tangan bocah itu
Mereka tertawa, tersenyum bahagia
'Ini bintang untuk kamu, karena kamu teLah menjadi bintangku' kata gadis keciL itu
Anak Laki-Laki itupun menerima bintang itu, tersenyum
'Terimakasih Bintang untuk Bintang, kamu juga adaLah bintangku'

by : Miss Pink

ChiLdren's Bedtime Song

Dear good night
yes good night
Mr. Sandman is caLLing
SaiL away to bLanket bay
And return at break of day
cLose your eyes LuLLabies
TaiL your banies aLL humps
To the bright morning Light
You'LL be back in my arm

repost by : Miss Pink

Sang Bintang

Bintang, beribu jumLahnya
Tersembunyi di baLik kapas khatuListiwa
Pancarkan sinarnya ketika sang kegeLapan datang menyeLimuti
Akupun mempunyai bintang
Beribu jumLahnya, berada di reLung kaLbu terdaLam
KeLuarga, sahabat, teman
Mereka adaLah tiga dari sekian banyak bintang
Akupun pernah kehiLangan bintang
Saat aku terpuruk dan Larut daLam samudra kesedihan
Sebuah suara hangat dan Lembut berkata padaku
'Jangan takut kehiLangan bintangmu,
Seribu bintang menantimu di Luar sana untuk kau raih,
RaihLah dan bintang itu akan menjadi bintangmu'
Suara itu menyadarkanku
Saatnya aku bangkit
Masih ada beribu bintang
Yang setia menemaniku, dan tidak akan pernah hiLang dariku

by : Miss Pink

Hadiah Untukmu

Ku tak tahu betapa suLitnya ku mencari
Untuk sebuah hadiah untukmu
Tak ada yang terLihat benar
ApaLah artinya membawa emas ke sebuah tambang emas
Air ke samudra
Segalanya menguap
Seperti mengambiL sepotong daLam banyak
TidakLah baik memberi hatiku dan jiwaku
Karena engkau teLah memiLikinya
Jadi kubawakan cermin kepadamu
Agar engkau meLihat dirimu dan mengingatku

by : Rummy

Bintang HiLang Bintang Pergi

Aku kehiLangan satu bintang
Aku meLihat bintang itu teLah pergi jauh di baLik kapas khatuListiwa
Bersinar di antara putihnya kapas khatuListiwa
KuLihat sesuatu berbeda dari bintang itu
Cahayanya tak seterang dahuLu
Merah membara yang kuLihat
Aku menatapnya, tanpa terasa butiran air mengaLir dari cermin hatiku
Bintang itu membenciku, tetapi mengapa ?
Bintang itu menatapku tajam, membara menahan amarah
Aku tak tahu mengapa dia begitu murka
Aku tersentak dan tersadar ketika ada sebuah bintang Lain menghampiriku
Apakah ini sebabnya ?
Tidak ! Bukan !
Dia bukan bintangku, aku tidak memiLihnya menjadi bintangku
Aku beLum sanggup memiLih bintang
Bintang itu tidak mau mendengarkanku
WaLaupun aku sudah berteriak, menjerit
Dia tidak mendengarku
Bintang itu pergi jauh
Jauh di baLik kapas khatuListiwa
Aku hanya bisa menatapnya
Bersimpuh, berpijak di atas bumi
Semoga sautu saat nanti aku dapat meLihatmu
Bersinar kembaLi seindah dahuLu
Ucapku dari ruang kaLbu terdaLamku


by : Miss Pink